Tampilkan postingan dengan label peluang usaha makanan kering. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha makanan kering. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Agustus 2010

Bisnis Kue Makanan Menjelang Lebaran

Cukup menarik memang bisnis yang satu ini. Meski sifatnya musiman, namun cukup menjanjikan. Ya paling tidak buat nambah-nambahin uang belanja untuk Lebaran nanti. Bisnis ini umumnya memang dilakukan oleh kaum perempuan. Tak jarang ada yang memang menjalankan bisnis ini murni untuk mencari kesibukan selama bulan Ramadhan. Modal dari bisnis ini tidak hanya pinter buat kue dan punya peralatan saja. Tapi juga harus mampu memilih format penjualan kue-kue tersebut dengan tepat. Ada beberapa format penjualan yang bisa dipilih, yaitu titip toko atau supermarket dan sistem pesanan atau jual langsung. Dua jenis penjualan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau Anda lebih sreg dengan titip ke toko atau supermarket, maka margin keuntungan tidak akan besar karena harus dibagi dengan pemilik toko atau supermarket. Sedangkan bila Anda ngotot dengan sistem pesanan atau jual langsung, maka bersiap-siaplah Anda harus bekerja keras membangun jaringan pemasaran sendiri.

Pemilihan jenis kue dan makanan pun patut menjadi perhatian. Semakin beragam jenis kue yang ditawarkan, maka Anda harus memiliki modal besar untuk menyediakan jenis kue yang ditawarkan. Keuntungannya, konsumen memiliki pilihan yang lebih banyak dalam memesan nantinya. Kerugiannya, selain harus menyediakan modal kerja yang lebih banyak, selalu ada jenis kue-kue yang tidak laku atau tidak habis terjual. Untuk itu, diperlukan kejelian dalam membaca selera pasar sehingga bisa direncanakan jenis kue apa saja yang bisa dijual dengan cepat dan laris di pasaran.

Secara umum, bisnis kue Lebaran memang semanis rasanya, tetap menjanjikan keuntungan meskipun tidak terlalu banyak. Yang terpenting adalah pengelolaan yang tepat serta pemahaman yang baik tentang bisnis ini.

Anda tertarik mencobanya?

Sumber wikimu.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Bisnis Makanan Olahan

Bisnis Makanan olahan beku (frozen foods) tidaklah baru. Makanan olahan beku atau makanan siap saji atau siap olah, cenderung sudah malalui proses pembekuan terlebih dahulu. Sekarang makanan sejenis ini secara mudah banyak dijumpai dipasaran manapun (pasar tradisional maupun modern market), dijual dalam berbagai macam bentuk dan rasa.Agar produk makanan yang disimpan tetap aman dari bakteri dan tidak cepat mambusuk, anda harus memperhatikan beberapa hal. Berikut tips- tipsnya

Tips Menyimpan Makanan Olahan

* Bila tidak segera dimasak dalam 1-2 hari, simpanlah produk tersebut didalam bagian pembekuan / freezer.

* Pastikan tanggal kadaluarsanya.

* Sedapat mungkin pisahkan pembekuan bahan makanan mentah dengan makanan matang.

Tips Mengolahnya

1. Ambil produk makanan beku tersebut secukupnya.

2. Cairkan bahan makanan beku tersebut didalam bagian pendingin dilemari es (yang terletak dibawah freezer) beberapa jam sebelum dimasak. Jangan membekukan kembali bahan makanan yang sudah dicairkan kecuali sudah dimasak.

3. Gunakan minyak untuk menggoreng yang baru, jangan menggunakan minyak goreng yang bekas pakai menggoreng masakan lain.

Tips Membelinya

Lihat produsen yang membuat.

- Perhatikan tanggal kadaluarsanya pada kemasan makanan, pastikan anda membeli makanan yang masih panjang masa pakainya.

- Lihat bentuk dan warna termasuk kemasannya, apakah masih dalam keadaan baik (kelihatan tidak rusak) misalnya: berair, berlendir, atau kemasannya rusak / sobek.

- Belilah produk tersebut disaat terakhir anda berbelanja, sehingga ketika sampai dirumah produk tersebut masih dalam keadaan baik / beku. Agar mutu produk tersebut masih tetap terjaga.

Tetapi satu hal yang mungkin tidak terlintas dalm benak anda ketika menyiapkan makanan didapur adakah aman tidaknya makanan tersebut.

Sumber marinasaji.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia