Tampilkan postingan dengan label klub masak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label klub masak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

Butik Roti Yang Unik

Berdiri sejak tahun 2006 lalu, Chef’s Kitchen kini resmi membuka dapur pertamanya sejak 22 April 2010 lalu. Konsep open kitchen yang diterapkan butik bakery & pastry ini membuat seluruh pengunjungnya dapat melihat langsung bagaimana proses pembuatan kue-kue cantik tersebut. Tanpa dibatasi oleh kaca atau sekat apapun, open kitchen yang sesungguhnya hanya bisa Anda temui disini.

Open kitchen yang diterapkan oleh Chef’s Pastry bukan sekedar judul saja. Bahkan sebelum memasuki toko roti ini Anda akan menemukan rolling pin yang menghiasi tiang-tiang dekat pintu masuknya. Tiba didalamnya, harumnya adonan kue dari dalam oven akan langsung memanjakan indra penciuman Anda. Selanjutnya, tinggal indra penglihatan Anda yang juga akan di goda oleh deretan roti dan kue-kue cantik dalam etalasenya. Disisi kiri ruangnya terdapat bangku-bangku kayu dan satu table sofa yang menjadikan tempat ini sebagai café. Dipermanis dengan rak buku berisi tumpukan buku resep di sebagian dindingnya dan chandelier terbuat dari alat-alat dapur semakin menonjolkan kesan seperti berada ditengah ruang dapur yang modern.Berbeda dengan toko roti yang pernah Anda kenal, Chef’s Kitchen justru mengutamakan kesehatan para penikmatnya. Sebagai salah satu produk unggulannya dalam kampanye ‘Stay Healthy, Stay Delicious’ adalah roti sehat bernama Chef’s Kitchen Multi Malt Mix. Roti ini terbuat dari tepung malt yang kaya serat dengan taburan biji-bijian seperti pumpkin seed, sun flower seed, poppy seed, dan sesame seed. Variasi lainnya yang bisa Anda nikmati juga adalah roti gandum dengan topping kacang almond yang berisi prune, raisin, atau apricot di dalamnya. Tanpa menggunakan susu dan telur, roti sehat ala Chef’s Kitchen terasa begitu lezat sekaligus makanan yang menyehatkan.

Sumber freemagz.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Klub Memasak Bangkitkan Gairah Memasak

Seiring tumbuhnya restoran dan tempat ”nongkrong” baru di Jakarta, orang pun rajin mengikuti kursus memasak dan bergabung dengan komunitas masak-memasak. Acara memasak di televisi pun makin variatif. Hari gini. rasanya kurang gaul jika tidak paham cara membikin spageti atau black forrest.

Pemimpin Redaksi Majalah femina Petty S Fatimah menggambarkan bagaimana Klub Masak Dapur Femina, yang kini sudah berubah menjadi Femina and Friends, berkembang dan dibanjiri peminat.

”Ada ingredients lain yang dimasukkan di dalam memasak itu. Misalnya, kita bikin tema memasak untuk arisan. Atau, membicarakan roti dengan topping yang sedang ngetren. Tahun lalu, kami membahas masakan untuk pesta kecil. Ada satu masa orang senang sushi, lalu kami gelar praktik bikin sushi berikut diskusi mengenai budayanya karena makan juga bagian dari budaya,” terang Petty.

Komunitas memasak femina terbentuk secara alami sejak tahun 1980-an, bermula dari pemuatan resep yang telah diuji di dapur femina. Setelah krisis moneter tahun 1998, timbul pikiran untuk menggandeng hotel dan restoran. Femina membawa komunitas, dan hotel atau restoran menyediakan chef serta demonya. Dari sini, komunitas pun terbentuk dan industri makanan kembali tumbuh.

Sumber kompas.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Demo Masak Makanan Italia

Beragam hidangan tradisional Italia seperti Cappalletti dengan isian bayam dan keju riccotta yang gurih nikmat, Ossobuco, Rissotto, hingga Zabaione al Galliano mengelus lidah.. Penasaran??

Rosso Italian Restaurant yang berlokasi di Hotel Shangri-la Jakarta kembali menghadirkan cita rasa masakan Italia tradisional. Sepuluh jenis hidangangan klasik Italia akan dihadirkan spesial oleh Italian Chef, Alessandro Santi selama demo masak ini berlangsung. Sebagai menu pembuka ada Brodetto, sup hangat yang kaya akan rasa bisa membangkitkan selera bersantap. Isiannya berupa seafood seperti ikan kakap, kerang, cumi-cumi, udang, remis yang dimasak dengan white wine. Aroma gurih seafood beradu serasi dengan aroma harum white wine yang sedap!

Untuk pencinta pasta, Chef Santi menyiapkan tiga jenis pasta tradisional. Sebut saja Lasagna con Sfoglia di Spinacci. Lasgana ini berlapis bayam yang segar lembut dan saus Bolognese yang segar dan saus Bechamel yang gurih lembut. Selingan ketiga jenis lapisan ini plus taburan keju bakal membuat lidah bergoyang karena lezatnya.Yang suka campuran seafood dalam pasta, bisa mencicipi Spaghetti Rusichella con Vongole e Bottarga. Paduan spaghetti dengan kerang segar dan Bottarga (telur ikan yang diasinkan) membentuk sensasi rasa gurih yang unik.Jenis pasta terakhir adalah Cappelletti di Rocotta e Spinaci, pasta yang dibentuk mirip dengan pangsit diisi dengan bayam halus dan dicampur dengan keju ricotta yang gurih-gurih enak. Sebagai pelangkap, saus jamur truffle bikin rasa dan aromanya hmm.. mama mia!

Hidangan tradisional lainnya seperti Risotto pastinya juga bisa ditemukan dalam pameran makanan ini. Yang suka hidangan daging, patut mencicipi La Costoletta di Vitello, yaitu daging sapi muda yang telah dimemarkan dan dibalut dengan tepung roti lalu digoreng hingga kering. Dagingnya empuk lembut namun renyah dibagian luar, kres..kress!Berbeda dengan Costoletta, Ossobuco adalah potongan daging kaki sapi berikut tulang yang dimasak dengan white wine dengan cara slow cooking sehingga bumbunya meresap.Ossobuco disajikan bersama dengan taburan gremolada- cincangan bawang putih, kulit jeruk lemon, dan rosemary.Agar santapan Anda semakin lengkap, dessert yang manis legit seperti Zabaione al Galliano dan Canolli Siciliani bisa dipilih untuk mengakhiri makan siang atau makan malam Anda dengan sangat sempurna

Sumber resepmasakan.us

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Wisata Kuliner Kota Jogja

Gudeg adalah Jogja, Jogja adalah gudeg. Dua kata ini nampak seperti kembar siam, sulit dipisahkan. Kalau Anda sejenak berkeliling kota Jogja dan melakuka wisata kuliner,maka akan banyak menemui penjual masakan yang manis ini.

Masakan gudeg ada 2 macam, yaitu gudeg basah dan gudeg kering. Gudeg basah , hanya satu kali dimasak dengan direbus hingga habis airnya, Sedangkan gudeg kering , minimal 2 kali memasak hingga benar-benar kering. Gudeg kering mempunyai daya tahan lebih lama (bisa sampai 4-5 hari) daripada gudeg basah, karena air di dalamnya benar-benar sudah habis. Umumnya gudeg Jogja dibuat dari bahan baku nangka muda. Bahan baku lain adalah rebung (bambu muda) dan manggar (bunga pohon kelapa). Namun jarang orang membuat gudeg dari dua bahan baku ini, karena sulit didapat.

Di pagi hari, tempat menyantap gudeg yang cukup kondang ,berikut info dan tempat kuliner khas kota jogja ini :

di jalan Wijilan (sebelah timur Kraton), orang sering menyebutnya GUDEG WIJILAN. Di sepanjang jalan ini, setiap pagi berjejer penjual gudeg . Namun di antara banyak penjual gudeg ini, GUDEG YU DJUM yang ramai dikunjungi orang. Selain di Wijilan, Anda dapat mudah menemui penjual gudeg di sudut - sudut jalan kota Jogja. Namun ada warung gudeg yang spesialisasi menjual gudeg dari bahan manggar, yaitu GUDEG BU HENDRO. Warungnya dapat ditemukan di jalan Hayam Wuruk, daerah Lempuyangan pada malam hari.

Di utara UGM, tepatnya KAMPUNG BAREK, adalah sentra produsen gudeg. Di sini ada belasan rumah yang memproduksi gudeg dan rata-rata mempunyai tempat berjualan di seantero kota Jogja. Beberapa nama gudeg kondang berasal dari kampung ini, antara GUDEG YU DJUM, GUDEG YU GINUK, GUDEG BU AMAD, dll.Di malam hari, penjual gudeg lebih tersebar. Beberapa daerah penjual gudeg yang terkenal adalah di Tugu - Mangkubumi, sepanjang jalan Solo, seputar jalan Brigjen Katamso. Salah satu penjual gudeg malam hari yang cukup terkenal adalah GUDEG PERMATA atau GUDEG BU PUJO. Disebut gudeg Permata, karena letak warung ini persis di sebelah bioskop Permata. Tempat lain yang cukup kondang adalah GUDEG WIROBRAJAN, GUDEG TUGU

Sumber jogjalive.blogspot.com

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Demo Masak Masakan Perancis

Ada yang berbeda di stan Universitas Lampung (Unila) pada Lampung Fair 2010, dibandingkan apa yang ditampilkan pada keikutsertaan tahun lalu. Tahun ini, Unila menampilkan demo memasak makanan Perancis, selama dua malam berturut-turut sejak Rabu sampai

Menariknya, pada demo masak ini, pemasaknya juga warga asing dari Perancis yang memang sedang bertugas di Unila. Mereka adalah Yolande Tran, Sophie Monthuis, dan Melanie Stahl. Ketiga gadis manis ini ini mendemokan cara memasak Crêpe, yaitu kue seperti Pancake atau Panekuk, bedanya, pada adonan Crêpe lebih cair daripada Pancake.Menurut Yolande selain mudah dibuat, masakan ini juga tidak membutuhkan bahan yang susah. "Bahan dasar kue ini mudah didapat kok, hanya tepung, telur, dan susu", jelasnya. Kue ini disajikan dengan isi toping selai blueberry, coklat, atau kacang. Peralatan yang digunakan juga sedikit, hanya kompor kecil, wajan/loyang , sutil, pisau kue, dan piring, sehingga mudah untuk disajikan di stan Unila.

Sembari membuat dan menyajikan Crêpe, mereka juga menyapa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan bagi mereka ibu – ibu yang ingin ikutan belajar masak masakan perancis. Menariknya lagi, pengunjung bisa langsung mencicipi kue yang baru dimasak tersebut. Alhasil kue Crêpe ini laris dimakan pengunjung yang malam itu silih berganti menyesaki stan Unila.

Mereka akan kembali lagi untuk memeriahkan stan Unila dengan acara kuis yang berhadiah menarik dan berkaitan dengan Perancis. "Tunggu saja, kami akan datang lagi, tapi waktunya belum dapat diberitahukan", terang Yoland. Keberadaan ketiga gadis muda dan kreatif dari Perancis ini merupakan kerjasama dengan Unila guna menghadirkan penutur asli bahasa Perancis yang mengajar di Balai Bahasa Unila. Saat ini pun mereka sedang menyelenggarakan program 'Liburan Musim Panas di Perancis' di Balai Bahasa Unila.

Sumber : .unila.ac.id

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan : Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia