Tampilkan postingan dengan label info job. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info job. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Juni 2010

Content Social Media Affects Job Search

If you had to seek jobs must have the cover letter and CV are satisfactory, the appropriate qualifications, and greater access to information on job opportunities, so this time, there is an additional thing that also should be noted, that social media content which ever published for the public.

Why might this case could be an important one that must be considered? A study conducted by CareerBuilder.com shows that the more the company reached out to social media to perform background checks on prospective employees. 45% of the company looks of social media as one way of considerations or screening for prospective employees. An increase of 100% a year, the previous year only 22% of companies that do this.


What about in Indonesia?

Probably the same thing does not happen in Indonesia. There isn’t significant number of human resource department that willing to check social media background. Most still feel enough to do it with the aid of references that are included in the cover letter. However, given the networking site users in Indonesia even that keep increasing (Facebook, Twitter, LinkedIn, MySpace, YouTube) It’s only the matter of time until HRD began searching the names of prospective employees on Facebook to learn more about these candidates. The study also stated that unfortunately, most of job seekers tend to ignore their social media content.

From Company’s Point of View
Some of the reasons that make management reluctant to hire prospective employees because of their social media content, among others are :


  • Candidate posts the content about drinking or using drugs.
  • Candidate makes a bad comment about the company where he previously worked.
  • Candidate makes a comment of discriminatory or racisms
  • Candidate lies about his qualifications.
  • Candidate posts the information from the company where he once worked.

So, what should you do?

If you are in the process of looking for work you only need to consider a few things to show the positive reputation of the virtual world, including:

  • Watch your online photo album in Facebook, or elsewhere. Delete photos that could damage your reputation.
  • Don’t exhibit negative things to the outside world. Focus on the positive things, both related to the world of professional and personal.
  • Try to create a special group for your profession or join professional groups that exist in the FB or other media. This is one way to create relationships with leaders, recruiter or other professions.
  • Selective in accepting friends. Just because people to add you as a friend does not mean you should always approve it. You never know who behind the name on FB or Twitter.
  • If you are still working or bounding by certain companies, do not expose your career search in cyberspace. It is not impossible management where you are working now knows it and it can be a minus value for your loyalty.


Indonesia Job , Employment , Job Indonesia , Job Vacancy

Rabu, 02 Juni 2010

Makan Apa ketika Stress ?

Sebagai seorang karyawan, setiap hari Anda berhadapan dengan rutinitas kerja, tantangan-tantangan baru dan deadline. Belum lagi ditambah dengan keharusan untuk bekerja sama dan menyelaraskan pendapat dengan rekan kerja dan atasan, yang mungkin punya latar belakang kepribadian dan sudut pandang yang berbeda. Kemampuan yang kurang untuk mengelola hal-hal tersebut diatas bisa memicu stress.

Stress yang tidak segera ditangani akan mengganggu produktifitas Anda sebagai seorang karyawan. Manajemen stress yang baik tidak hanya datang dari pengelolaan waktu dan load pekerjaan serta komunikasi yang baik dengan rekan dan atasan, tapi juga bisa dibantu dengan asupan makanan dan nutrisi yang seimbang.

Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang sebaiknya Anda hindari demi mengelola stress.

1. Kafein. Selain di kopi, kafein juga bisa ditemukan di teh, minuman bersoda bahkan di beberapa jenis minuman yang mengklaim bisa menambah stamina. Kafein melepaskan adrenalin yang pada akhirnya bisa meningkatkan tingkat stress. Konsumsi kafein secukupnya memang bisa membantu meningkatkan kewaspadaan, aktifitas otot, system syaraf dan jantung. Namun konsumsi kafein terlalu banyak mempunyai efek sama seperti efek yang ditimbulkan oleh stress berkepanjangan. Penelitian juga menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsumsi kafein dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol. Jika Anda termasuk orang yang tidak bisa hidup tanpa kopi, mulai perlahan-lahan mengurangi konsumsi kopi Anda.

2. Makanan tinggi lemak, dan dimasak dengan cara digoreng memberikan mempengaruhi sistem imun tubuh manusia. Stress sendiri sudah mempengaruhi imunitas manusia, sebaiknya Anda tidak memperparahnya dengan mengkonsumsi makanan tinggi lemak.

3. Makanan yang terbuat dari lemak hewani. Makanan yang berprotein tinggi merangsang tubuh untuk memproduksi dopamine dan norepinephrine. Keduanya sering diasosiasikan dengan tingkat kecemasan dan stress.

Berikut adalah tips tentang asupan makanan di kala stress.

1. Makanan yang kaya akan mineral dan vitamin. Sumber terbaik adalah buah-buahan dan sayuran segar dan tidak mengalami proses berkali-kali. Jus dan salad dengan minimal dressing bisa menjadi pilihan.

2. Konsumsi lemak baik seperti minyak zaitun, alpukat dan kacang-kacangan.

3. Stress bisa meningkatkan tekanan darah dan lipid sehingga Anda harus memperhatikan kesehatan jantung Anda. Usahakan untuk lebih banyak mengkonsumsi ikan salmon, tuna dan flaxseed yang mengandung lemak baik omega 3 yang baik bagi kesehatan jantung.

4. Perbanyak minum air putih. Air membantu untuk mendetoksifikasi tubuh dari racun dan membantu menyerap nutrisi.

5. Makan dengan porsi kecil namun dengan frekuensi lebih sering. Hal ini membantu tubuh untuk mencerna makanan dan menyiapkan tubuh menghadapi stress.


Jobs Info, Job Search