Tampilkan postingan dengan label hiasan kue pengantin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hiasan kue pengantin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2010

Kue Tart Untuk Antaran Pernikahan



Banyak ragam membuat antaran untuk acara pernikahan, ulang tahun atau hari istimewa lainnya. Gaya Kue Tart kali ini mungkin bisa Anda coba. Antaran cantik dan unik

BAHAN DAN ALAT KUE TART:
Baki bulat atau tampah, kaleng bekas, 3 buah handuk polos/bertekstur, jarum pentul, selotip kertas, pita besar dan kecil, bunga kain, alas kertas Kue Tart, serta gunting

CARA MEMBUAT KUE TART:
1. Siapkan baki atau tampah berdiameter 40 cm. Pasang dan rekatkan alas kue di permukaannya.
2. Letakkan kaleng di tengah baki atau tampah kemudian rekatkan keseluruhan pinggiran kaleng pada permukaan baki dengan selotip kertas atau lakban di bagian bawahnya.
3. Selimuti seluruh permukaan kaleng dengan kertas hias yang warnanya kontras dengan handuk.
4. Siapkan handuk ukuran 60 x 120 cm, lipat handuk bagian panjangnya menjadi 6 lipatan. Lalu selimuti kaleng dengan handuk tadi. Kuatkan sambungannya dengan jarum pentul.
5. Tambahkan gulungan tadi dengan handuk yang lain.
6. Selimuti sisa kaleng yang muncul dengan lilitan handuk ketiga. Sematkan jarum pentul agar kuat.
7. Lilitkan pita di sekeliling handuk. Tambahkan kuntum bunga hias ukuran sedang di sekeliling permukaan atas handuk bagian bawah.
8. Pasang kuntum bunga hias di sekeliling handuk bagian atas. Rekatkan dengan jarum pentul.
9. Hias bagian atas permukaan handuk kue tart dengan kuntum bunga hias ukuran besar.
10. Hias bagian bawah baki atau tampah dengan pita di sekelilingnya.

Sajikan Kue Tart dengan Gaya Anda.

nostalgia.tabloidnova.com

Kamis, 29 Oktober 2009

Kue Pengantin Betawi: Pantangan Dilanggar, Kue Gagal



Pelestarian kuliner nusantara memerlukan kepedulian generasi muda. Hal itu disadari oleh pasangan suami-istri Nawiyah (35) dan Ahmad Rido (40). Mereka meneruskan usaha sang ibu (almarhumah) Hj Idop dalam membuat jajanan hantaran Kue Pengantin Betawi, seperti kue geplak, kue wajik, kue lapis pepe, uli, tape ketan, dan dodol betawi.

Beberapa jenis kue memang sering kita lihat di pasar, seperti kue pepe (kue lapis dari tepung sagu), tape, dan ketan uli. Namun untuk geplak dan dodol sudah agak jarang yang membuatnya. Mungkin karena tingkat kesulitannya tinggi dan banyak tata cara dalam membuat panganan tersebut.

Hanya dodol yang paling sering dibuat, meski tidak ada pesanan. Paling tidak dua hari sekali Edo memproduksinya dan dijual per kilogram. Kemasannya sengaja dibuat tidak terlalu besar. Pada bulan Puasa, 15 hari menjelang Lebaran pembuatan dodol mulai meningkat. Adapun pesanan sudah harus dilakukan sebulan sebelumnya.

Usaha pembuatan kue pengantin hantaran khas Betawi ini dirintis Idop pada tahun 1987. Mulanya hanya coba-coba. Saat ada yang mau hajatan lalu minta dibuatkan kue pengantin, Idop menyanggupinya. Lama kelamaan, itu menjadi usaha yang serius.

Dari ketiga anak Idop, hanya Nawiyah yang mengembangkan bakat membuat kue pengantin tersebut. Sebagai penerus, Nawiyah mengembangkan usaha ini dibantu sang suami. "Pesan ibu cuma satu, yaitu harus menjaga kualitas dan memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan. Kami harus selalu ramah juga," ujar ibu empat anak ini.

Pantangan dan tata cara selama pembuatan kue pengantin Betawi juga harus diikuti. Meski agak sulit diterima akal, imbuh Nawiyah, hal itu bisa menggagalkan pembuatan kue pengantin jika dilanggar.

Seperti pada saat membuat dodol, biasanya ada "syaratnya" yakni disiapkan cabai merah dan bawang yang ditusuk dengan lidi, serta uang logam Rp 500 yang direndam di dalam air. Selama bahan dodol masih berbentuk adonan, si pengaduk tidak boleh punya pikiran negatif atau membicarakan yang jelek-jelek, tidak boleh banyak berbicara, tidak boleh kesal. Mendengar berita buruk seperti ada orang yang meninggal juga tidak diperbolehkan. "Makanya saya suka kejam sama anak kecil. Kasarnya mereka enggak boleh dekat-dekat kalau lagi membuat adonan," kata Rido.

Kebanyakan pembuat dodol memang laki-laki. Soalnya, butuh tenaga lumayan besar saat pengadukan. Dodol dimasak dalam kuali besar di atas bara arang. Diaduk dengan kayu yang berbentuk seperti dayung. Kalau hanya setengah kuali bisa dikerjakan dua orang, tetapi kalau penuh, paling tidak harus ada tiga orang yang mengerjakannya.

Rido menuturkan, kue pengantin (dodol) itu disebut juga dengan kue bacot (dalam bahasa Betawi artinya pembicaraan). Jika seorang besan datang dengan dodol yang bagus dan banyak jumlahnya, berarti termasuk orang kaya. Kalau dilihat tampilan dodolnya kurang baik maka akan jadi bahan pembicaraan pula. Ada-ada saja

kompas.com

Kamis, 15 Oktober 2009

Tips Menentukan Kue Pengantin Pada Pesta Pernikahan



Salah satu menu yang tak terlupakan dalam pesta perkawinan adalah Kue Pengantin. Saat ini kreasi kue pengantin begitu bervariasi dalam hal model, cita rasa dan ukuran. Pilihan tepat dalam memilih kue pengantin akan memberikan nuansa khusus untuk pesta perkawinan yang diselenggarakan.

Upacara Pemotongan Kue
Salah satu tradisi yang masih berlaku hingga sekarang dalam sebuah upacara perkawinan adalah upacara pemotongan kue pengantin. Pemotongan kue melambangkan keputusan bersama yang pertama kali diambil pasangan pengantin di awal pernikahan/perkawinan mereka.

Upacara dilanjutkan dengan saling menyuapkan potongan pertama kue tersebut sebagai perlambang komitmen kepercayaan dan kepedulian terhadap pasangan satu sama lain.

Menentukan kue yang sesuai untuk sebuah pesta perkawinan, selain factor tradisi, mempertimbangkan pula cita rasa, ukuran kue dan unsure keindahan serta kesesuaian rancangan (estetika) dengan gaya pesta perkawinan yang diselenggarakan.

Indahnya Rancangan, Manisnya Cita Rasa
Rancangan kue pengantin dengan tampilan indah akan semakin sempurna bila dipenuhi dengan cita rasa lezat. Rancangan kue pengantin tersedia dalam model sederhana hingga tema tertentu. Kerumitan rancangan, teknik pembuatan dan ukuaran akan mempengaruhi
harga sebuah kue pengantin. Cita rasa khusus dapat pula mempengaruhi harga pembuatannya.
Sebelum menentukan pilihan kue pengantin yang sesuai dengan gaya pesta perkawinan, beberapa hal perlu dipertimbangkan agar sesuai dengan anggaran yang disediakan.

Sesuaikan ukuran kue pengantin dengan kebutuhan
Kue pengantin dapat berfungsi sebagai salah satu pilihan menu penutup dari rangkaian sajian dalam sebuah pesta perkawinan. Untuk itu perhitungkan jumlah tamu undangan yang perlu disuguhi, jenis dan jumlah sajian menu utama.

Sederhanakan rancangan kue pengantin
Lokasi resepsi turut mempengaruhi pilihan model rancangan kue pengantin. Sesuaikan kue pengantin dengan spesifikasi ruangan pesta, diantaranya dekorasi, tinggi, temperatur, tata cahaya, serta warna ruangan secara keseluruhan. Diperlukan koordinasi antara pembuat kue dengan jasa katering, dekorasi, penata bunga, pengelola ruangan dalam merencanakan kreasi kue pengantin serta pengantarannya.
Teknik penggunaan Styrofoam dengan kreasi khusus dapat dipilih dalam menekan biaya perancangan. Pemilihan aksesoris kue pengantin dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti bunga liar yang tumbuh bebas, adalah alternatif memperindah rancangan kue pengantin.

Lakukan pemesanan lebih awal
Harga bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sebuah kue pengantin peka terhadap perubahan harga. Lakukan pemesanan lebih awal untuk menghindari kenaikan harga yang mempengaruhi kenaikan harga kue secara keseluruhan.
Pemilihan rancangan kue dengan tema khusus memerlukan pemesanan lebih awal, sekitar tiga hingga empat bulan sebelum hari H. pemesanan pada pembuat kue yang popular atau memilih hari perkawinan pada “musim kawin”, juga memerlukan waktu pemesanan lebih awal.
Layaknya gaun pengantin, kue pengantin memiliki makna khusus dalam sebuah acara pesta perkawinan. Saat pisau dalam genggaman berdua mulai mengiris perlahan, sensai emosi kebahagiaan memenuhi perasaan kedua mempelai, keluarga, kerabat dan undangan. Upacara pemotongan kue pengantin mengawali babak kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga.

f-buzz.com