Kamis, 30 September 2010

Nurungji

Nurungji (누룽지) adalah sisa kerak yang tersisa setelah menanak nasi di dasar panci memasak nasi (gamasot). Kerak nasi merupakan makanan ringan khas orang Korea. Saat memasak nasi terlalu lama, maka nasi yang berada di dasar panci akan gosong dan menjadi kekuning-kuningan. Inilah yang dinamakan dengan nurungji. Nurungji dikenal akan rasa dan baunya yang unik, yakni garing dan sedikit gosong. Pada masa lalu, saat rakyat kekurangan bahan makanan, para istri akan mengkonsumsi nurungji, sementara kaum pria tidak mengkonsumsi nurungji. Pada saat ini makanan ringan ini telah dikembangkan dalam bentuk permen, kue dan minuman. Jika nurungji dalam gamasot dituangkan dengan air dan diminum, maka dinamakan sungnyung.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
Pizza
cake
Nasi goreng

Nasi Dagang di Malaysia

Nasi dagang adalah makanan Malaysia berupa nasi yang ditanak bersama santan kelapa, dan disajikan bersama lauk kari ikan ikan tongkol. Hidangan ini berasal dari negara bagian Terengganu dan Kelantan. Di Terengganu, nasi dagang dibuat dari campuran beras dan ketan yang ditanak bersama santan kelapa. Nasi dagang terengganu dihidangkan dengan kuah nasi dagang yang dimasak dengan menggunakan bumbu khas Malaysia (cabai, kunyit, lengkuas, sereh), dan berbeda dengan bumbu kari dari India. Nasi dagang kelantan biasanya berwarna merah karena dicampur ketan merah.

Bumbu nasi dagang berupa bawang merah, biji kelabet, dan daun sereh. Kari ikan tongkol atau tenggiri sering kali merupakan satu-satunya lauk untuk nasi dagang. Lauk lain untuk nasi dagang misalnya kari kambing atau kari kepala ikan. Nasi dagang berbeda dari nasi lemak yang umumnya dimakan bersama ikan bilis dan telur.

Hidangan ini disebut nasi dagang karena pada zaman dulu dibawa sebagai bekal oleh orang kampung yang pergi untuk berdagang. Sewaktu bepergian jauh, pedagang membawa nasi berisi kari ikan dan acar yang dibungkus daun pisang.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe

Rabu, 29 September 2010

Sosis Ikan

Sosis ikan adalah salah satu olahan yang dibuat dari pasta ikan yang ditambah dengan bumbu-bumbu, kemudian dibungkus/dikemas dengan usus kambing atau pengemas lainnya yang biasa disebut “Casing”.

Jenis-jenis ikan yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat sosis ikan adalah ikan kakap, tenggiri, ekor kuning, taking-talang dan ikan remang. Di samping itu ada beberapa jenis ikan dasar yang merupakan hasil samping tangkapan udang (golongan trasfish) seperti bloso, selanget, kuniran, mata besar, tigawaja, dll.

Jenis-jenis ikan tersebut termasuk ikan yang harganya relatif murah, berkulit keras tetapi dagingnya mengandung protein yang sama dengan jenis ikan lain. Ikan yang berwarna putih/krem, bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan sosis ikan. Daging ikan dari golongan trasfish biasanya diolah menjadi surimi yang dapat digunakan sebagai bahan baku sosis ikan.
Bumbu-bumbu dan Bahan Penyerta

Bumbu-bumbu yang diperlukan untuk pembuatan sosis ikan adalah

1. garam : 2,5 % – 3 %
2. gula halus : 1,5 %
3. merica/lada : 0,5 %
4. minyak goreng : 2,5 % – 3 %
5. bumbu masak : 0,7 %
6. condiment : 2 %
( dibuat dari campuran bawang merah, bawang putih dan jahe dengan perbandingan 15 : 3 : 1 ).

Selain bumbu, digunakan juga bahan-bahan penyerta antara lain :

1. tepung tapioca 10 %
2. putih telur ( untuk 1 kg daging ikan digunakan 2 putih telur )
3. usus kambing atau bahan casing lainnya sesuai kebutuhan
4. es batu secukupnya

Persentase bumbu-bumbu dan bahan pembantu dihitung berdasarkan berat
daging ikan.
Cara Pembuatan Sosis Ikan

* Pembuatan Adonan

Pertama-tama ikan difillet kemudian diambil dagingnya dan giling hingga lumat / halus. Kamudian tambahkan garam sedikit demi sedikit pada daging yang telah halus dan diaduk hingga merata.

Masukkan minyak goreng, aduk terus sampai tercampur rata. Tambahkan tepung tapioca sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. Kemudian berturut-turut masukkan gula halus, merica halus, condiment, bumbu masak, dan putih telur dan diaduk sampai homogen. Masukkan bongkahan-bongkahan es batu pada saat pencampuran/pengadukan, sehingga diperoleh sosis ikan dengan elastisitas yang baik .

* Pengisian Adonan Ke dalam Casing

Adonan yang telah siap dimasukkan ke dalam “stufler” lalu isikan ke dalam casing (usus kambing) dengan cara menekan/menyemprotkan. Usahakan tidak terdapat rongga-rongga udara di dalam casing tersebut. Tentukan ukuran panjang sosis yaitu kira-kira 4 – 6 cm, kemudian ikat dengan tali, biarkan sampai beberapa ikatan.

* Perebusan

Perebusan sosis ikan dilakukan dengan cara merebus sosis ke dalam air panas dengan suhu + 60 C selama 20 menit. Kemudian rebus kembali dalam air panas dengan suhu 90 C hingga matang. Setelah matang angkat dan tiriskan.

Penyimpanan dan Penyajian

Untuk memperpanjang daya awet, sosis ikan dapat disimpan pada suhu rendah di lemari es. Sebelum disimpan, sosis ikan sebaiknya diasap terlebih dahulu.

Apabila akan disajikan,terlebih dahulu Sosis ikan digoreng dengan margarine/mentega ( 3 – 5 menit ). Sebagai pelengkapnya dapat pula diberi sambal dan saus tomat
Sumber: bisnisukm.com

Lihat Juga:

cake
Nasi Goreng
Pizza

Okonomiyaki

Okonomiyaki (お好み焼き?) adalah makanan Jepang dengan bahan tepung terigu yang diencerkan dengan air atau dashi, ditambah kol, telur ayam, makanan laut atau daging babi dan digoreng di atas penggorengan datar yang disebut teppan.

Okonomiyaki adalah salah satu jenis masakan teppanyaki yang bisa dimakan begitu saja atau sebagai lauk teman nasi putih. Okonomiyaki sering dimakan dngan sendok datar yang disebut kote (hera) yang juga berfungsi sebagai sodet sewaktu membalik okonomiyaki.

Dalam bahasa Jepang, okonomi berarti "suka-suka" (yang disuka, yang diinginkan) dan yaki berarti "panggang" (istilah "goreng" hanya digunakan di Jepang bila makanan digoreng dengan minyak yang sangat banyak). Sesuai dengan namanya, lapisan atas (topping) okonomiyaki bisa disesuaikan dengan selera orang yang mau memakan.

Berdasarkan cara pembuatan dan bahan yang digunakan, okonomiyaki dibagi menjadi dua jenis:

* Okonomiyaki ala Kansai

irisan kol dicampur dengan adonan seperti sewaktu membuat puyonghai

* Okonomiyaki ala Hiroshima (Hiroshimayaki)

irisan kol hanya diletakkan di atas adonan yang dilebarkan di atas penggoreng seperti sewaktu membuat panekuk.

Tepung okonomiyaki siap pakai sudah mengandung baking powder, garam dan dashi agar okonomiyaki yang dihasilkan tidak keras. Parutan sejenis umbi bernama yamaimo sering ditambahkan ke dalam adonan okonomiyaki agar okonomiyaki menjadi lebih enak.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
restoran
cafe

Selasa, 28 September 2010

Lemak dan gizinya

Sebagian besar lipid yang ditemukan di dalam makanan adalah berbentuk triasilgliserol, kolesterol dan fosfolipid. Kadar rendah lemak makanan adalah penting untuk memfasilitasi penyerapan vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (A, D, E, dan K) dan karotenoid.Manusia dan mamalia lainnya memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak esensial tertentu, misalnya asam linoleat (asam lemak omega-6) dan asam alfa-linolenat (sejenis asam lemak omega-3) karena mereka tidak dapat disintesis dari prekursor sederhana di dalam makanan.Kedua-dua asam lemak ini memiliki 18 karbon per molekulnya, lemak majemuk tak jenuh berbeda di dalam jumlah dan kedudukan ikatan gandanya. Sebagian besar minyak nabati adalah kaya akan asam linoleat (safflower, bunga matahari, dan jagung). Asam alfa-linolenat ditemukan di dalam daun hijau tumbuhan, dan di beberapa biji-bijian, kacang-kacangan, dan leguma (khususnya flax, brassica napus, walnut, dan kedelai). Minyak ikan kaya akan asam lemak omega-3 berantai panjang asam eikosapentaenoat dan asam dokosaheksaenoat.Banyak pengkajian telah menunjukkan manfaat kesehatan yang baik yang berhubungan dengan asupan asam lemak omega-3 pada perkembangan bayi, kanker, penyakit kardiovaskular (gangguan jantung), dan berbagai penyakit kejiwaan, seperti depresi, kelainan hiperaktif/kurang memperhatikan, dan demensia. Sebaliknya, kini dinyatakan bahwa asupan lemak trans, yaitu yang ada pada minyak nabati yang dihidrogenasi sebagian, adalah faktor risiko bagi penyakit jantung.

Beberapa pengkajian menunjukkan bahwa total asupan lemak yang dikonsumsi berhubungan dengan menaiknya risiko kegemukan and diabetes. Tetapi, pengkajian lain yang cukup banyak, termasuk Women's Health Initiative Dietary Modification Trial (Percobaan Modifikasi Makanan Inisiatif Kesehatan Perempuan), sebuah pengkajian selama delapan tahun terhadap 49.000 perempuan, Nurses' Health Study (Pengkajian Kesehatan Perawat dan Health Professionals Follow-up Study (Pengkajian Tindak-lanjut Profesional Kesehatan), mengungkapkan ketiadaan hubungan itu.Kedua-dua pengkajian ini tidak menunjukkan adanya hubungan antara persentase kalori dari lemak dan risiko kanker, penyakit jantung, atau kelebihan bobot badan. Nutrition Source, sebuah situs web yang dipelihara oleh Departemen Gizi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, mengikhtisarkan bukti-bukti terkini pada dampak lemak makanan: "Sebagian besar rincian penelitian yang dilakukan di Harvard ini menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan lemak di dalam makanan tidak berhubungan dengan bobot badan atau penyakit tertentu."
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
cake
pizza
nasi goreng

Rabeg Khas Banten

Jakarta - Sup khas Banten ini unik rasanya, mirip dengan semur daging Betawi. Kuahnya kecokelatan dengan rasa manis pedas yang cukup nendang! Isinya perpaduan antara daging kambing dan sapi yang empuk. Penasaran dengan hidangan para Sultan Banten ini? Cobain yuk!

Kalau sedang berjalan-jalan di kota Serang, Banten, hidangan yang satu ini wajib di coba! Rabeg namanya, mungkin terdengar asing tapi jangan salah rabeg menjadi incaran para wisatawan yang tengah bertandang di kota Banten. Menurut cerita, rabeg adalah hidangan para Sultan Banten pada masanya khususnya pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin Banten.

Rabeg biasa disajikan saat acara-acara khusus masyarakat Banten seperti akikah, sunatan, dan perkawinan, khususnya untuk masyarakat Serang dan Cilegon. Tapi kini rabeg sudah bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota Serang. Salah satunya adalah rabeg H.Naswi yang sudah cukup melegenda.

Warung sederhana yang letaknya tepat di depan rumah tahanan kota Serang ini tak pernah sepi pengunjung. Baik penduduk sekitar Serang, ataupun para pendatang yang memang sengaja mampir. Warung Rabeg H.Naswi tidak hanya menyediakan rabeg, tapi ada pilihan lain seperti sate sapi, ayam, dan kambing, aneka sop, dan nasi rames.

Berhubung saya penasaran dengan rabeg, jadilah saya memesan seporsi rabeg dan seporsi sate sapi. Rabeg adalah salah satu kuliner yang sudah mengalami akulturasi rasa dari masyarakat Arab dahulu kala. Rabeg disajikan dalam porsi yang tidak terlalu besar, hanya dalam mangkuk kecil seperti soto Kudus. Warna kuahnya kecokelatan, sepintas tampak seperti semur namun dengan kuah yang lebih encer. Aroma lada, kayu manis dan bawang yang menguar saat rabeg diaduk langsung menggelitik hidung.

Saat dicicipi, wow! Paduan kuah kaldu yang manis, pedas, dan gurih jadi satu bikin kombinasi rasa yang enak! Jejak minyak yang tertinggal tidak terlalu berlebihan. Meskipun kuahnya encer tapi tidak mengurangi rasa sama sekali. Rasa kuahnya
ringan namun bumbunya mantap!

Saya menambahkan sedikit sambal rawit hijau ke dalamnya, dan sensasi rasanya jadi makin enak! Apalagi setelah disuap dengan acar timun dan wortel yang asam segar. Potongan dagingnya tidak terlalu besar, namun pas. Dagingnya sangat empuk, saya tidak menemukan kesulitan saat mengunyahnya. Menurut si empunya, daging ini dimasak cukup lama dengan api yang kecil sehari sebelumnya sehingga dagingnya empuk dan matang merata.

Rabeg ini tidak hanya berisi daging sapi saja, tapi juga ada potongan iga kambing. Daging pada iga nya pun empuk dan tidak berbau sama sekali. Sedangkan sate sapi ini berukuran tidak terlalu besar, sepintas tampilannya sama saja dengan sate ayam.
Yang unik adalah bumbu kacang yang digunakan untuk melumuri satenya. Bumbu kacang ini cenderung encer tidak kental seperti kebanyakan sate.

Warnanya pun cokelat terang, dengan meninggalkan sedikit jejak berminyak. Soal rasa, tentu saja berbeda. Bumbu kacang ini cenderung lebih gurih, sangat berbeda dengan sate yang ada di Jakarta. Kalau untuk saya, saus kacang ini saya tambahkan dengan sedikit sambal dan juga kecap baru pas rasanya.

Supaya makin afdol, saya tak membuang kesempatan mencicipi emping Serang yang terkenal tipis gurih dan renyah. Dikunyah sembari menikmati rabeg..hmm..benar-benar sedap! Seporsi rabeg plus nasi dan juga sate sapi dihargai Rp 15.000,00 saja. Hmm..harga yang cukup murah untuk rasa yang enak! Jika Anda sedang berada di kawasan Serang, tak ada salahnya mencicipi kuliner Sultan Banten yang sudah melegenda ini.
Sumber: Detik Food

Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe

Senin, 27 September 2010

Ikan Mas untuk Konsumsi

Ikan Mas Makanan Konsumsi diantaranya:

1. Ikan Mas Punten

Ras ini dikembangkan pertama kali pada tahun 1933 di Desa Punten, Malang, Jawa Timur. Tubuhnya relatif pendek, tetapi bagian punggungnya lebar dan tinggi. Karena itu, bentuk badan ikan mas punten terkesan membuntak atau bulat pendek (big belly). Perbandingan antara panjang total dan tinggi badan adalah 2,3-2,4:1. Warna sisik hijau gelap, mata agak menonjol, gerakan tubuhnya lambat, dan bersifat jinak.

2. Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya

Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.

Sisiknya berwarna kuning muda seperti warna kulit jeruk sitrus. Mata ikan yang masih muda agak menonjol, kemudian berubah menjadi sipit ketika ikan sudah mulai tua. Sifat ikan mas sinyonya lebih jinak dibandingkan dengan ikan ras punten. Ikan mas sinyonya memiliki kebiasaan berkumpul di permukaan air.

Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000—125.000 dan diameternya 0,3—1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5—8,5.

3. Ikan Mas Taiwan

Ikan mas taiwan memiliki bentuk badan yang memanjang dan bentuk punggung seperti busur agak membulat. Sisiknya berwarna hijau kekuningan hingga kuning kemerahan di tepi sirip dubur dan di bawah sirip ekor. Ikan mas taiwan sangat responsif terhadap makanan sehingga akan saling berebut ketika diberi pakan. Diduga nenek moyang ikan mas ini berasal dari Taiwan, kemudian diintroduksi dan dikembangkan di Indonesia.

4. Ikan Mas Merah

Ciri khas dari ikan mas ini adalah sisiknya yang berwarna merah keemasan. Gerakannya aktif, tidak jinak, dan paling suka mengaduk-aduk dasar kolam. Bentuk badannya relatif memanjang. Dibandingkan dengan ras sinyonya, posisi punggungnya relatif lebih rendah dan tidak lancip. Matanya agak menonjol.

5. Ikan Mas Majalaya
Ikan mas hitam

Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.

Bentuk tubuhnya semakin lancip ke arah punggung dan bentuk moncongnya pipih. Sifat ikan mas ini relatif jinak dan biasa berenang di permukaan air. Sisiknya berwarna hijau keabuan dan bagian tepinya berwarna lebih gelap, kecuali di bagian bawah insang dan di bagian bawah sirip ekor berwarna kekuningan. Semakin ke arah punggung, warna sisik ikan ini semakin gelap.

Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000—110.000 butir per kilogram induk.

5. Ikan Mas Yamato

Ikan mas ini kurang populer di kalangan petani ikan mas di Indonesia. Bentuk tubuhnya memanjang. Sisiknya berwarna hijau kecokelatan. Ikan mas ini banyak ditemukan dan dibudidayakan di Asia Timur, seperti Cina dan Jepang dan untuk di olah menjadi chinese food atau japanese food.

6. Ikan Mas Lokal

Ikan mas ini sebenarnya belum bisa digolongkan sebagai salah satu ras atau jenis ikan mas. Meskipun demikian, ikan ini justru paling banyak ditemukan di lapangan dan paling banyak dikenal oleh petani ikan dewasa ini.

Bentuk tubuh dan warnanya merupakan kombinasi dari beberapa jenis ikan mas yang sudah ada. Secara umum, bentuk tubuhnya memanjang dan matanya tidak sipit. Kemungkinan besar ikan ini muncul akibat perkawinan silang yang tidak terkontrol dengan jenis-jenis ikan mas lain yang ada di masyarakat.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Minuman