Tampilkan postingan dengan label restaurant. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label restaurant. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Desember 2010

the buffet allyou can eat makanan khas indonesia

Kuliner di Bintaro - Saat sedang ulang tahun dan ingin mentraktir teman-teman atau keluarga, paling aman mengajak mereka bersantap di restoran yang menyediakan paket buffet, atau "All You Can Eat". Paket ini menyajikan berbagai macam hidangan, lokal maupun internasional, sehingga bisa memenuhi selera siapa saja. Restoran dengan menu seperti ini memungkinkan kita untuk makan sepuasnya, sehingga kita pun lebih leluasa menghabiskan waktu untuk menikmati hidangan dan ngobrol.

Ada beberapa restoran yang memang dikenal dengan paket buffet-nya, seperti American Grill, Pronto, atau Hanamasa (masing-masing dengan hidangan khas Amerika, Italia, dan Jepang). Beberapa restoran hanya menyajikan menu khusus untuk buffet-nya, seperti The Duck King dengan menu steamboat, dan Oriental Cafe di Hotel Redtop untuk menu dimsum.

Restaurant yang terletak di hotel, seperti Peacock di Hotel Sultan atau Cafe Bogor di Hotel Borobudur, juga tak kalah legendaris. Cafe Bogor amat dikenal dengan sajian sop buntutnya yang lekker, sedangkan Peacock menjadi tempat pertemuan bisnis ataupun untuk santai bersama keluarga dan teman-teman. Restoran lain yang sedang jadi rising star antara lain Central Park di Hotel Manhattan, yang terkenal dengan lasagna-nya yang superduper yummy!

Anda penggemar makanan Indonesia? Jangan khawatir, ada kok restoran buffet yang khusus menyediakan hidangan Indonesia, yaitu The Buffet.

Berbagai rumah makan "all you can eat" ini biasanya menetapkan harga dasar, belum termasuk pajak. Oleh karena itu, pada bagian akhir harganya biasanya dicantumkan kode ++. Harga tersebut pada sebagian besar paket buffet juga belum termasuk minuman. Paling aman sih, Anda menanyakan lebih dulu apakah harga sudah termasuk minuman. Atau, pilih saja kafe yang menetapkan harga nett.

Karena konsep dari paket buffet adalah makan sepuasnya, sebaiknya Anda kosongkan perut dahulu sebelum bersantap di sini. Saat melihat hamparan makanan di atas meja, jangan langsung lapar mata. Bisa-bisa pada piring kedua Anda sudah tak sanggup menghabiskan.

Trik untuk dapat mencoba semua menu adalah dengan mengambil menu yang Anda inginkan sedikit-sedikit saja. Bila perlu, tak usah mengambil nasi, agar perut tak cepat kenyang.

Berikut adalah beberapa rumah makan yang menyediakan paket "all you can eat", dengan harga paket terbarunya. Silakan sharing di bawah bila Anda menemukan restoran lain dengan menu yang asyik, dan harga yang terjangkau.

* American Grill, pukul 11.00 -16.00 Rp 46.900++, Rp 49.900++ (dinner)
* The Buffet, Rp 91.500 nett
* Caza Suki, Rp 106.000 nett
* Central Park di Hotel Manhattan Casablanca, Rp 118.000++
* Cafe One, The Parklane Hotel, Breakfast buffet Rp 145.000++, lunch buffet Rp 155.000++, dinner buffet Rp 165.000++ (Minggu hanya breakfast dan dinner)
* Cafe Bogor Hotel Borobudur, Rp158.000++, hari Rabu Rp 168.000++, Sabtu Rp 178.000++
* The Duck King (Steamboat), Rp 148.000++
* Gang Gang Sullai (Mangga Dua Square dan La Piazza Kelapa Gading), Rp 75.000++
* Hanamasa, Rp 79.500++ (tanpa minum), Rp 88.500++ (makan-minum sepuasnya)
* Hartz Chicken Buffet, Rp 60.000 nett
* Kafe Pinang, Hotel Kristal Rp 150.000++ (Senin-Jumat)
* Oriental Cafe Hotel Redtop Pecenongan, buffet dimsum Rp 76.800++ (hari Minggu dan setiap tanggal merah)
* Paregu, Senin-Jumat Rp 85.000++, Sabtu-Minggu Rp 95.000++
* Peacock di Hotel Sultan, Rp 205.000 nett (dinner)
* Pelangi Cafe, Hotel Ambhara, Rp 155.000++ (Senin-Jumat)
* Pronto All You Can Eat Restaurant, Rp 76.450 nett
* SATOO di Hotel Shangrila, lunch (Senin-Sabtu) Rp 205.000 nett, (Minggu) Rp 249.000 nett. Dinner (Senin-Kamis) Rp 229.000 nett, (Jumat-Minggu) Rp 249.000 nett
* Samudera Suki Seafood Restaurant, Senin-Jumat Rp 103.000 nett/ dewasa, Rp 81.000 nett/ anak. Sabtu-Minggu dan tanggal merah Rp 115.000 nett/ dewasa, Rp 93.000 nett/ anak
* Viola Cafe, Grand Flora Hotel, minimum 10 orang, Rp 85.000++/ orang (lunch)
sumber: Kompas.com

Kamis, 02 Desember 2010

tempat makan sejuta umat (warteg) akan di kenai pajak?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Warung Tegal (warteg) di DKI Jakarta akan dikenai pajak restoran. Rencananya, hal itu akan berlaku mulai 1 Januari 2011.

DPRD DKI menyetujui rencana penerapan pajak restaurant terhadap segala jenis tata boga di Jakarta sebesar 10 persen karena sesuai dengan amanat Undang-Undang 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Diharapkan usaha-usaha tersebut dapat lebih memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Jakarta.

Ketua Komisi Keuangan DPRD DKI, Ridho Kamaludin mengatakan pajak ini berlaku untuk usaha jasa boga apapun yang beromzet Rp 60 juta per tahun. “Tapi tidak spesifik untuk jenis usaha makan tertentu,” katanya pada Rabu (1/12).

Menurut Ridho, dalam Undang-Undang tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah tersebut tidak ada bentuk diskriminasi usaha boga apa yang dikenakan pajak restoran 10 persen. Meski demikian Ridho sebenarnya menyangsikan optimalisasi kebijakan tersebut karena belum tersosialisasi dengan baik ke usaha boga yang berskala kecil serta keuntungan mereka pun belum tertata secara baik.

“Untuk itu jika ada usaha boga yang hendak melakukan protes atas kebijakan ini dapat disampaikan kepada Dinas Pelayanan Pajak,” kata Ridho.

UU nomor 28 tahun 2009 tertera klasifikasi sebuah restoran yaitu fasilitas penyedia makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan, kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering.

Di Jakarta, jenis rumah makan lebih dari 2000 unit usaha. Dinas Pelayanan Pajak akan mengidentifikasi usaha yang sudah berpenghasilan lebih dari Rp 60 juta per tahun dan usaha yang berpenghasilan lebih kecil dari itu. Namun Arief mengakui, sebagian besar pemilik usaha rumah makan di Jakarta banyak yang sudah mapan sehingga kebijakan ini tidak terlalu menuai kontroversi.

“Kami berharap kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan baik karena dananya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk prasarana publik,” kata Arief.

Rencana itu dianggap memberatkan pemilik warteg. Pemilik kantin di Kebon Sirih, Muhammad Nur, 50, mengatakan kebijakan itu akan merugikan pengusaha karena harga makanan dan minuman menjadi lebih mahal dan membuat pembeli kabur.
sumber: republika
Lihat Juga :
Cafe

Senin, 29 November 2010

menyantap shabu-shabu di pare'gu

Hidangan daging yakiniku yang empuk dan shabu-shabu hangat dengan kuah yang memanjakan lidah. Makanan jenis itulah yang disajikan di sini, semua japanese food yang nikmat ini dapat Anda nikmati sepuasnya atau all you can eat. Juga terdapat makanan lain mulai dari makanan pembuka sampai makanan penutup yang tidak kalah nikmatnya. Anda dapat menikmatinya di Pare'gu, Family Restaurant yang menyediakan Yakiniku dan Shabu-Shabu. Restoran ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata kuliner Anda bersama keluarga di Jakarta.
Setelah menempati meja di Pare'gu, pelayan akan menanyakan apakah Anda ingin menikmati yakiniku atau shabu-shabu. Bila Anda memilih yakiniku, pelayan akan membawakan sejenis panggangan pada meja, memberi lemak agar panggangan berminyak dan menyalakan apinya. Sedangkan untuk shabu-shabu pelayan akan meletakkan kompor kecil beserta panci dengan kuah sesuai pilihan. Ada 2 pilihan rasa kuah, yaitu tom yam yang kaya rempah dengan rasa asam pedas atau kaldu ayam yang rasanya selalu disukai. Pilihan tersebut hanya perlu dibuat bila Anda bersantap sendirian, karena bila bersantap 2 orang dapat memilih 1 yakiniku dan 1 shabu-shabu sehingga Anda dapat menikmatinya bersama-sama. Pada saat memesan makanan, Anda juga akan ditanya apakah ingin memperoleh nasi atau tidak.

Untuk makanan pembuka, Anda dapat mencicipi sop yang tersedia. Lalu silahkan memilih sendiri makanan yang akan dipanggang atau direbus pada meja prasmanan (buffet) yang berisi banyak bahan yang masih mentah. Pilihan yang ada antara lain daging (daging sapi atau ayam), bakso, sosis, jamur atau berbagai jenis seafood seperti udang, kerang atau cumi. Agar lebih segar, ada aneka sayuran yang cocok untuk dimasak menjadi shabu-shabu.

Di sini, Anda sendiri yang akan memasak makanan, memanggang atau merebusnya. Sebelum mulai memanggang, bahan makanan dicelupkan dalam saos yang merupakan saos special khas Pare'gu. Saos inilah yang membuat makanan menjadi nikmat. Setelah makanan matang, celupkan makanan ini ke dalam saos yang diberikan agar lebih terasa. Shabu-shabu yang berisi semua makanan yang direbus dapat disantap beserta kuahnya dalam keadaan hangat. Bila masih belum puas, Anda dapat mengambil makanan lagi sepuasnya sampai Anda benar-benar kenyang, karena konsep all you can eat atau makan sepuasnya yang berlaku di sini.

Selesai menikmati makanan, ada berbagai hidangan penutup yang digemari, antara lain es campur, puding coklat dan buah dengan fla susu yang kental, Jelly Ice yang merupakan favorit pengunjung Pare'gu serta buah-buah dengan bumbu rujak. Tersedia juga aneka jajanan pasar, seperti lumpia, dan lainnya.

Selain hidangan yang dapat dimakan sepuasnya, Pare'gu juga menyediakan menu Ala Carte, yaitu sesuai pesanan. Menu-menu tersebut antara lain Tempura, Teriyaki, dan Katsu. Tentunya dengan penyajian khas Pare'gu.
sumber: kumpulan.info
Lihat Juga:
Chinese food

Jumat, 12 November 2010

Lauk apapun jadi nikmat dengan tempoyak sambal durian

Ingin menikmati pemandangan sungai Musi sambil makan enak?. Silakan coba di Riverside Restaurant, sebuah rumah makan terapung ditepian sungai Musi. Rumah makan yang menyajikan berbagai menu khas Palembang ini tentunya menjadi tempat pilihan utama bagi Anda yang ingin berkunjung ke Palembang dan menikmati pemandangan sungai Musi, Jembatan Ampera sekaligus menikmati makanan khasnya.

Salah satu makanan yang patut Anda coba adalah Tempoyak. Sebuah sambal khas Palembang yang berbahan dasar dari duren hasil fermentasi dengan menggunakan garam ini merupakan sambal yang wajib dihidangkan dalam perjamuan makan masyarakat Palembang.

Saya katakan bahwa Tempoyak Palembang itu berbeda dengan sambal yang berasal dari durian dari tempat lain. Berdasarkan sejarah munculnya sambal ini bermula pada saat terjadinya panen besar durian dahulu kala sehingga banyak durian yang matang dipohon lalu pecah dan tidak lama kemudian rasanya berubah menjadi asam. Ide mulanya adalah untuk menghindari banyaknya durian yang terbuang percuma, maka oleh masyarakat saat itu durian-durian tersebut difermentrasi.

'Musuh' terbesar untuk melawan kelezatan Tempoyak ini adalah nasi putih dengan lauk ikan goreng atau ikan panggang. Tempe dan Tahu goreng pun bias menjadi 'rival' yang cukup seimbang untuk merasakan khas-nya sambal durian khas Palembang ini.

Banyak komposisi variasi bila mengolah Tempoyak ini menjadi sambal. Ada yang ditambahkan dengan udang, ada juga dengan petai bahkan ikan teri juga bias menjadi perpaduan yang pas untuk sambal Tempoyak.

Anda tidak usah susah untuk memadukan lauk apa untuk makan siang Anda. Karena dengan Tempoyak, Anda sudah dipastikan sudah cukup berselera menyantap makan siang Anda di Tepian sungai Musi diatas Riverside Restoran dikota Palembang.

Selamat Mencoba...
Sumber: langsungenak.com

Lihat Juga: Cafe

Jumat, 05 November 2010

hugo's cafe trend setter di jogja

Kisah ini sengaja diangkat kembali untuk mengingatkan kepada para clubbers bagaimana Hugo’s Cafe Jogja bisa berdiri dan selalu memberikan entertainment yang selalu unik, different dan up to date bagi perkembangan dance scene kota Jogja. Dan tak lupa juga kisah ini ditulis untuk mengenang flashback 4 tahun perjalanan Hugo’s Café Jogja kebelakang….

Maret 2003
Sebenarnya saat itu Kami sedang merencanakan untuk membuka cabang di Semarang, dalam perjalanan menuju Semarang, iseng-iseng Kami menerima ajakan untuk main-main atau bahasa kerennya hang out sejenak di kota Jogja sekalian melihat-lihat perkembangan dance scene music kota Jogja. Saat itu, Kami sempat mengunjungi dua buah café dan Kami melihat bahwa pengunjung di café tersebut masih mengikuti pola clubbing gaya lama, yaitu clubbing dengan duduk tenang, nonton band dan ditemani oleh segelas soft drink atau bir…Spontan Kami berpikir ‘kok Jogja masih kayak gini yach? Waahh, kayaknya kalo kita masuk Jogja kita bakal bisa jadi kok’…Dari situlah Kami terus berpikir dan menganggap bahwa peluang itu tidak boleh disia-siakan! Akhirnya dari rencana awal yang tadinya bakal semalam saja di Jogja malah berlanjut jadi beberapa hari karena Kami bermaksud untuk mulai hunting lokasi. Lokasi yang pertama yang Kami dapat adalah di basement sebuah Department Store di Jl. Solo, tempatnya sich lumayan gede, Cuma roof-nya pendek banget, bentuknya aneh pula! Tapi ternyata itu satu-satunya tempat yang kita bisa dapat dan akhirnya Kami putuskan untuk mengambil tempat tersebut. Karena management building tersebut ada di Jakarta, so, Kami harus berangkat ke Jakarta. Udah capek-capek ke Jakarta ternyata penawaran harganya wuoooooowww..gak masuk blas! Langsung kami nge-drop banget dan Kami pikir Jogja emang belum rejeki Kami…

April 2003
Tanpa diduga, Kami mendapat tawaran dari Sheraton Mustika Hotel di lokasi Mini Malioboro, setelah melalui proses yang tidak terlalu sulit akhirnya tercapailah kesepakatan bahwa tempat tersebut akan jadi Hugo’s Café cabang kedua. Maka langsung dimulailah proses pembangunan dan berdasarkan instruksi dari pemilik gedung, Hugo’s harus dibuka tanggal 15 Juli, kalo telat berarti harus mundur sampai tahun depan karena itu salah satu hari baik di tahun 2003..Hanya dalam waktu tiga bulan Hugo’s harus udah jadi, dag..dig..dug..hati Kami saat itu, Hugo’s harus jadi padahal kjondisi bangunan saat itu bener-bener beraaattt…

Mei 2003
Pembangunan masih berjalan sekitar 30 %, padahal bulan Mei udah mau habis, gimana gak grogi en sport jantung..sementara aktivitas promosi kami jalankan terus dan Sumpah! Kami tidak pernah bagi-bagi brosur di outlet manapun di Jogja sebagaimana yang dituduhkan sampai saat ini, buat apa?Kami tahu bagaimana tata cara dan etika di dunia entertaint karena Kami sudah berkecimpung di dalamnya selama bertahun-tahun lamanya. Kami tidak akan sebodoh dan sepicik itu. Tapi yang benar adalah memang Kami dugem di beberapa tempat beramai-ramai dengan rambut kuning yang saat itu masih jadi style Kami. Tapi apa salahnya??? Wong Kami cuma mau dugem, bayar dan gak promosi apa-apa kok…Iya kan??

Juni 2003
Saat pembangunan Hugo’s lagi kenceng-kencengnya, tiba-tiba Kami harus berhenti karena Mini Malioboro dipakai buat acara oleh pihak Sheraton, duuuhh..rasanya jadi semakin grogi..tapi syukur udah lumayan sih karena pembangunan udah selesai sekitar 70%.

Juli 2003
Terpaksa break lagi untuk empat hari sampai tanggal 10, sebenarnya semua equipment udah masuk, tapi kursi dan meja belum jadi. Rasanya bener-bener makin mendebarkan. Sisa 4 hari untuk pembangunan dan Kami masih harus menyiapkan banyak hal untuk grand opening dan kami denger saat itu ada sebuah acara tandingan yang dibuat bareng dengan grand opening Hugo’s. Kami pun bingung, kenapa harus seperti itu? Kami emang denger banyak suara-suara gak enak tentang Kami, tapi hanya Tuhan lah yang tahu bahwa Kami tidak pernah berbuat jelek ataupun terkutuk dan niat Kami hanya sekedar ingin meramaikan dunia hiburan malam di Jogja dan yang bikin kami kaget karena dari pengalaman Kami selama ini di Surabaya, biasanaya semua pada saling kompak, pinjem-pinjeman minuman jika yang satu kehabisan, buat party rame-rame, saling meng-informjadwal party biar gak tubrukan, dll.dll…tapi yach seklai lagi, namanya orang baru, kami hanya pasrah tapi tekad kami makin kuat untuk membuktikan bahwa Kami bisa…
Masih di bulan ini juga, ada kejadian lucu saat Kami datang ke beberapa supplier, mereka sempat meng-under estimatekan Kami dengan target-target Kami, tapi untungnya Kami bisa yakinkan mereka akhirnya (dan dikemudian hari ternyata apa yang Kami janjikan kepada mereka terbukti juga)

15 Juli 2003
1800-an orang datang ke grand opening Hugo’s Café Jogja, dan mohon maaf saat itu kami sempat menolak 500an tamu yang datang karena tempat sudah tidak bisa menampung lagi, party yang bener-bener heboh!!! Padahal saat itu ada party-party lain di seluruh Jogja! Serunya lagi, masih sempat ada adegan mati lampu sampai 4 kali! Bikin pucet plus deg-degan pastinya!

15 Juli 2010
7 tahun telah kami lalui dengan sukses! Banyak seklai event-event yang digelar Hugo’s Café Jogja yang memang bener-bener unik dan fresh!

Terima kasih atas semua dukungan berbagai pihak selama tujuh tahun ini dan semoga tahun-tahun mendatang kami dapat melakukan yang lebih baik untuk anda semua.
sumber: hugo's cafe

Lihat Juga:
restaurant
restoran

Jumat, 29 Oktober 2010

menikmati telur penyu di banjarmasin

Tempat Makan daerah Bintaro - Saat Ke Banjarmasin pasti sudah tak asing lagi mendengar nama cendrawasih restaurant yang terletak di Jalan pangeran Samudra No 65/24 tepat di hook sebuah perempatan yang sudah terkenal menyajikan kuliner Khas Banjar masin.
Saat Pertama disana yang pertama kali saya cari ialah Soto banjar. soto yang berbahan dasar ketupat, suwiran ayam, telur, dan kuah rempah-rempah ini sangat mudah ditemukan dan rasanya wahhhhh.....
lalu dilanjutkan dengan Ikan patin bakar yang juga dengan mudah ditemui di Banjarmasin ini.
dan akhirnya menu istimewa tiba telur penyu waaaaaawwwww ini yang saya cari-cari dari tadi dan yang menarik disini ialah bagaimana cara menyantap telur penyu ini. telur penyu itu berbeda dengan telur-telur kebanyakan cara menyantapnya dirobek dulu kulitnya lalu di sruupuutttt isi telurnya karena selama apapun telur penyu direbus tak bisa keras seperti telur-telur lainnya dan yang saya dengar banyak sekali khasiat dari telur penyu selain menambah stamina bagi pria telur ini bisa menambah nafsu makan terbukti setelah saya menyantap telur ini saya malah semakin ingin makan dan makan lagi :d dan akhirnya saya memesan bebek panggang ala banjarmasin yang mencampur langsung kecap dan saus pada bebek. dan padahal masih ingin menghabiskan semua santapan yang ada di restoran itu tapi teringat saya disini akan singgah dalam waktu lama dan tak mungkin uang saku saya habiskan disini saja :D

Selasa, 26 Oktober 2010

Perjalanan Messa dari Aceh

Tak perlu binggung kemana menghabiskan malam akhir pekan. Mampir saja ke cafe Pante Pirak Bakery and restaurant, kawasan pertokoan simpang lima Banda Aceh.

Di sana sekelompok anak muda siap menghibur anda dengan pertunjukkan musik live. Messa Band, nama grup musik para mahasiswa itu. Menurut Muhammad Reza, sang manager, Messa terbentuk dari keinginan bermain musik profesional.

“Awalnya kita tidak kenal satu sama lain, tapi kemudian kita merasa cocok dan kemudian bersepakat untuk bergaung dalam sebuah wadah,” kata Reza.

Para personil Messa yakni Reza vokalis, Zulirfan Malao memainkan keyboard, Zulkifli dan Yuril memetik gitar, Ansarullah pemain bass dan Adil penabuh drum.

Lucunya, nama Messa dari rasa senasib para personil. Semuanya, anak rantau. “Kami mahasiswa dan tinggal di mess, jadi memilih nama Messa,” jelas Reza sambil tersenyum sumringah.

Sejak terbentuk pada Juli tahun 2008 lalu, Band Messa sudah memulai menunjukkan debutnya. Selain pertunjukkan live, juga sudah merilis single-single bertajuk cinta dengan aliran musik pop rock.

Zulirfan Malao, salah seorang personil, menyebutkan beberapa single yang sudah dirilis diantaranya, lagu berjudul Rasa Hati, Menanti, dan Kasih. Selain itu, Messa juga rajin berkompetisi.

Sebagai mahasiswa, tentu saja bukan ’cinta-cintaan’ saja yang diurus. Messa menunjukkan idealisme-nya lewat musik. Tahun lalu, mereka menjadi juara dua lomba jingle anti korupsi yang diselenggarakan oleh KPK di Aceh.

Mempertahankan keberadaan band menjadi hal utama dalam setiap perjalanan Messa. “Kita selalu mengutamakan diskusi dan demokrasi untuk setiap upaya penyelesaian masalah di band,” jelas Reza.

Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan oleh Messa, diantaranya menjadi band papan atas di blantika musik indonesia. “Itu mimpi kami, dan kami berharap itu bisa terwujud, meski jalannya masih panjang,” ungkap Reza.

sumber : acehkita.com

Lihat Juga:
Restoran

Kamis, 21 Oktober 2010

Smile Plaza di Makasar

Restoran Smile Plaza yang lokasinya berada di Jl.Muchtar Lutfi N0.38 Makassar, merupakan restaurant yang baru beroperasi awal 2006, dan langsung menyandang The Best Restoran dari 27 restoran yang masuk penilaian dewan juri. Selain masakannya seluruh atmosfer yang ditawarkan semuanya juga menghadirkan nuansa modern ala Eropa,Chinese dan Jepang.
Konsep yang ditampilkan sangat unik, dan ini merupakan restoran pertama di Kawasan Timur Indonesia dengan lantai 7 dan memiliki model restoran menyerupai room-room hotel berbintang yang menyediakan fasilitas VIP dinning room dilengkapi karaoke yang dapat digunakan sambil bersantai dengan keluargga,teman maupun rekan kerja. Jadi tidak mengherankan jika banyak kalangan menjadikan restaurant ini sebagai pilihan untuk menikmati masakan Dim Sum,Suki,Chinese food,Yakiniku dan masakan lainya tersaji di restoran ini.
Suasana yang ditawarkan adalah suasana dalam konsep interior yang mengangkat sebagian tema kebudayaan China bergaya modern, yang di padu-padankan dengan gaya eropa. Hal ini dapat dilihat pada disain bangku dan meja makan, juga pada pajangan-pajangan yang menghiasi ruangan, seperti patung-patung dengan nuansa chines atau karikatur-karikatur pada dinding Lobby di Golden room Fusion Chinese Cuisine di lantai 2 menambah keindahan dan aromah khas dari resto, yang dipastikan Anda akan betah berlama-lama.
Smile juga menyajikan satu model servis guna mempermuda coustemer,dimana waiter atau waitrees yang melayani costamer untuk chines food akan menyajikan semua menu-menu yang didorong dengan troler, dan saat Anda menikmati hidangan, waiter atau waitress akan berdiri tidak jauh dari meja Anda, sehingga Anda dapat sewaktu-waktu meminta bila ada yang dibutuhkan.
Menurut Tri Julianto,Operational Manager Restoran Smile Plaza, menu unggulan yang disajikan di sini, Ada Sapi Lada Hitam ala Vietnan, Kepiting Soka Goreng renyah. Dan untuk minumannya ada Smile Tropical. Harga yang ditawarkan buat coustemer juga berfariatif mulai dari Rp. 30.000, – (Porsi kecil) hingga Rp. 199.000, – (Porsi besar). Menu di Smile yang disajikan juga ada dalam bentuk set menu dari harga Rp. 30.000, – hingga Rp. 85.000/pax.
Restoran Smile Plaza Buka dari hari Senin s/d Sabtu dari jam 10.00-15.00 Wita dan 18.88-23-00 Wita.Sedangkan untuk hari Minggu/Raya buka dari jam 09.00-15.00 dan 18.00-23.00.
Sumber: SouthCelebes.wordpress
Lihat Juga: Cafe

Selasa, 19 Oktober 2010

Kubu yang jadi Konsep Unik Bumbu Bali Restaurant

BUMBU BALI RESTURANT terletak di jantung Ubud, di seberang istana Puri saron, dekat ke Ubud pasar tradisional, menawarkan restoran Bumbu bali a pilihan "Authentic" Bali, makanan India dan vegetarian.

Hal ini diwakili "Kubu" yang sebenarnya di Bali Ketahui sebagai rumah kecil di lahan sawah yang biasanya digunakan untuk petani sebagai tempat untuk mengambil menangkap dan menikmati makanan dan minuman. Ini adalah untuk membuat sentuhan kecil dari kehidupan nyata Bali.

Restoran utama juga udara terbuka dengan pemandangan kolam air kecil menengah dan pejalan kaki yang lewat ke pasar tradisional dan kegiatan seremonial.

Hal ini dihiasi dengan interior Bali sekitarnya. Meja itu dihiasi dengan unik "patung perunggu kecil Buddha" dengan aromatik bunga "mitir" sekitar, untuk memberikan suasana damai & perasaan.

Lihat Juga:
Cafe

Senin, 18 Oktober 2010

Menu halal vietnam

Ho Chi Minh City - Salah satu rules of thumb untuk mencari tempat makan halal bila sedang berada di negara-negara yang mayoritas penduduknya tidak beragama Islam adalah terlebih dulu mencari masjid terbesar. Di Ho Chi Minh City (d/h Saigon), masjid itu ternyata letaknya persis di belakang hotel favorit saya, Caravelle.

Halal@Saigon, begitu nama restoran itu, dimiliki oleh seorang dokter keturunan India warga negara Malaysia. Dokter Shimi sebetulnya datang ke Saigon 18 tahun yang lalu untuk membuka usaha di bidang farmasi bersama suaminya. Tetapi, setelah usaha farmasinya berjalan baik, ternyata dia "ngelantur" ke bisnis restaurant pula.

"Kasihan orang Malaysia bila berwisata ke sini sulit menemukan makanan yang dijamin kehalalannya," kata Dokter Shimi. Sekarang, di ruas jalan pendek di sekitar masjid itu sudah bermunculan beberapa restoran halal lainnya.

Dokter Shimi sengaja mendatangkan beberapa tukang masak dan pramusaji dari Malaysia untuk mengawaki restorannya. Halal@Saigon memang menyajikan berbagai masakan Malaysia. Tetapi, tentu saja kebanyakan tamu justru mencari sajian khas Vietnam tetapi dimasak dengan kepatuhan tinggi terhadap syarat-syarat halal.

Contohnya adalah goi cuon (lumpia basah) khas Vietnam. Sekalipun biasanya ada pilihan antara tom (udang) atau ga (ayam) - di samping mihun dan daun salad - di tempat-tempat umum lumpianya sering diisi juga dengan seiris daging babi. Di Halal@Saigon, sudah pasti goi cuon-nya halal. Cocolannya, seperti biasa, adalah sambal tauco.

Sajian yang paling saya sukai di sini adalah salad udang dan umbut daun kelapa dengan saus jeruk nipis segar, dimakan dengan krupuk udang sebagai sudu. Umbut daun kelapanya bertekstur lembut dan manis - mirip dengan heart of palm yang di California juga lazim dipakai sebagai campuran salad. Bagi saya, sajian ini benar-benar fresh dan mak nyuss.

Udang rebusnya juga istimewa. Tetapi, ternyata, prosesnya agak "mengerikan". Udang hidup dimasukkan ke dalam kelapa muda dengan rajangan bawang bombay, daun bawang, dan daun ketumbar - yang kemudian dipanggang dalam oven. Ketika disajikan, udangnya terasa manis alami, segar, dan nyakrek (succulent). Bila diperlukan, udangnya bisa dicelupkan ke dalam saus yang dibuat dari perasan jeruk nipis, garam, dan lada.

Sajian lain yang harus diacungi jempol di sini adalah ikan keo (semacam patin) yang dimasak dalam kuali (claypot) dengan karamel, lalu ditaburi bubuk kacang tanah, bawang putih, dan cabe kering. Saya langsung teringat sajian serupa yang juga ada di Vietopia Jakarta. Daging patin yang lembut berlemak itu terasa sangat mulus dalam balutan saus yang kompleks.

Lho, tapi kenapa akhirnya semua menu Vietnam halal ini justru hanya menampilkan seafood? Selain udang dan ikan, juga kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Bagaimana kalau yang datang justru alergi terhadap ikan?

Gampang! Ada menu Malaysia berikut untuk dipilih: nasi rendang, nasi lemak, kari sapi, sate ayam/sapi, dan lain-lain. Selain itu, juga tersedia berbagai sajian untuk vegetarian.

Bila Anda diwajibkan makan halal, maka Halal@Saigon adalah alamat yang paling tepat selama berkunjung ke Ho Chi Minh City. (Bondan Winarno)
sumber: detikfood

Lihat Juga:
Cafe

Jumat, 15 Oktober 2010

Mole Khas Mexico

Mole adalah nama umum untuk beberapa jenis saus yang digunakan di Meksiko. Dalam bahasa Inggris, kata Mole merujuk pada saus tertentu yang sebetulnya lebih dikenal dengan nama mole poblano dalam bahasa Spanyol. Yang sudah biasa dengan masakan Meksiko pasti mengenal nama guacamole (avocado mole).

Di Meksiko, istilah ini dipakai untuk sejumlah saus, beberapa di antaranya cukup berbeda satu sama lain. Jenis yang paling populer berasal dari negara bagian Meksiko, Puebla dan Oaxaca. Di San Pedro Atocpan, yang terletak di Milpa Alta daerah federal Meksiko, pinggiran selatan kota Meksiko, terdapat pekan raya nasional Mole tahunan.

Mole poblano, yang namanya berasal dari nama negara bagian Meksiko, Puebla, adalah saus populer di masakan Meksiko. Mole poblano disiapkan dengan cabe, bumbu-bumbu, coklat tanpa gula dan bahan-bahan lainnya. Ada banyak cerita tentang penemuannya, tetapi tidak satupun yang resmi.

Salah satu jenis hidangan yang lebih populer adalah Mole Poblano de Guajolote atau Kalkun dengan Mole. Mole sering digunakan untuk mempersiapkan masakan jenis ayam atau isian keju enchilada; seringkali disendok dan disiramkan ke atas ayam, nasi ataupun kentang.

Resepnya disempurnakan oleh sejumlah biarawati atas perintah Santa Rosa untuk memberikan kesan pada saat ada kunjungan politik dan pejabat gereja di Meksiko pada abad ke-17.

Mole siap pakai bisa dibeli di toko ataupun supermarket. Mole siap pakai biasanya berbentuk bubuk ataupun pasta dengan warna yang beraneka ragam, hitam kehijauan atau pun kuning bergantung pada bahan yang digunakan. Di era modern, Mole dijual dalam bentuk kaleng, stoples, dadu yang bisa dilarutkan dalam air atau kaldu.

Mole berasal dari kata bahasa Nahutl, mulli, yang artinya "saus", "campuran", "ramuan", "rebusan". Dalam logat bahasa Inggris bentuk kata molé, menyatakan pengucapan akhiran huruf e berbeda dengan e ada kata mole, yang sudah pasti artinya berbeda.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
cafe

Selasa, 12 Oktober 2010

An Pan

Anpan (あんパン atau 餡パン?) adalah roti manis dengan isi selai kacang merah.

Roti bukanlah makanan yang biasa dimakan oleh orang Jepang sebelumnya, namun kini banyak jenis roti yang merupakan makanan khas Jepang, seperti : meron-pan, kurimu-pan, jamu-pan, koshian-pan, ogura an-pan, sakura an-pan, korone, dan lain-lain. Hal ini bisa jadi karena orang Jepang pandai dalam memperkenalkan tradisi makanan dari negara-negara lain dan mengadaptasinya agar sesuai dengan selera orang Jepang.

An-pan tercipta pada tahun 1874, oleh pemilik roti kimuraya di distrik Ginza Tokyo. awalnya Kimura Yasube'e, nama pemilik toko tersebut mencoba untuk membuat roti yang sesuai dengan selera orang Jepang. Kemudian dengan mengambil ide dari manju kukus yang merupakan makanan khas Jepang, didapatlah roti yang lembut, manis, mudah dimakan dan cocok pula dengan selera orang Jepang.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe

Jumat, 08 Oktober 2010

Resep Spicy Chicken Hainan

Ingredient and Portion:
4 potong dada ayam tanpa kulit dan tulang
2 siung bawang putih, cincang
2 sdm soya saus
2 sdm minyak sayur
120 ml santan kelapa
2 sdm kecap ikan Thai
1 buah jeruk lemon
2 sdm gula aren
100 gr mini bengkoang, slice
50 gr kacang mete sangrai, giling kasar
4 siung bawang merah, iris tipis
4 lembar daun jeruk purut, iris tipis
1 batang sereh, iris tipis
1 sdt lengkuas, cincang halus
1 buah cabe merah besar, bersihkan biji, iris tipis
2 buah daun bawang, iris tipis
10-12 lembar daun mint, ambil daunnya
1 buah lettuce, pisahkan dari batang
2 buah cabai merah, untuk garnish

Portion yield: 4
Directions:
1.Bumbui dada ayam dengan bawang putih, saus soy, dan 2 sdm minyak sayur. Tutup dan diamkan kurang lebih selama 1- 2 jam.

2.Panaskan wajan anti lengket, tambahkan sedikit minyak dan saute dada ayam tersebut 3-4 menit/ sisi atau sampai matang. Angkat dan dinginkan.

3.Siapkan pan baru, kemudian panaskan santan kelapa, kecap ikan, air jeruk lemon, dan gula aren. Masak dan aduk sampai gula aren larut dalam cairan tersebut. Sisihkan.

4.Sobek-sobek dada ayam yang telah dimasak tadi berbentuk memanjang dan masukkan ke dalam mangkuk. Tambahkan bengkoang, kacang mete, bawang merah, daun jeruk purut, sereh, lengkuas, cabai merah besar, daun bawang dan daun mint.

5.Tuangkan saus santan tadi kedalam campuran tersebut dan aduk rata. Susun lettuce di piring saji dan tuangkan campuran dada ayam dengan saus santan tadi diatasnya. Hias dengan cabai merah besar yang telah dibentuk dan daun mint.

Tips:
Pilihlah daging ayam yang masih segar, tanpa memar dan warnanya kelihatan kemerahan.

Untuk merendam ayam atau daging sebaiknya gunakan kecap yang cair untuk mempermudah meresapnya kecap kedalam serat daging.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe

Kamis, 07 Oktober 2010

Meksiko Restaurant El Pollo Loco

El Pollo Loco adalah rumah makan siap saji berantai dengan sistem waralaba yang menyajikan ayam panggang khas Meksiko. Dalam bahasa Spanyol, "El Pollo Loco" berarti "Si Ayam Gila".

Rumah makan ini pertama kali didirikan Juan Francisco Ochoa di Guasave, Meksiko pada tahun 1975. Hingga tahun 1979, rumah makan El Pollo Loco sudah menjadi rumah makan berantai yang jaringannya sudah mencapai Meksiko sebelah utara. Pada tahun 1980, rumah makan El Pollo Loco yang pertama dibuka di Los Angeles, California. Pada tahun 1983, jaringan restoran berantai El Pollo Loco di AS diambil alih oleh Denny's dengan perjanjian antar restaurant di Meksiko tetap dijalankan keluarga Ochoa.

Menurut Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat, merek dagang El Pollo Loco dialihkan dari Humberto Galvez ke perusahaan El Pollo Loco pada tahun 1981. El Pollo Loco dan Denny's merger dengan Trans World Corporation pada tahun 1987, namun dijual kembali ketika Trans World memutuskan hanya untuk mempertahankan Denny's. Setelah itu, Humberto Galvez kembali membangun jaringan restoran ikan bernama Pescado Mojado (bahasa Spanyol untuk "Ikan Basah").

Di Amerika Serikat, restoran berantai ini beroperas di daerah Barat Daya Amerika Serikat dan California. Menu unggulan mereka adalah Pollo Asado, ayam panggang yang sebelumnya sudah direndam di dalam bumbu.

Di Meksiko, rumah makan berantai El Pollo Loco terus mempertahankan logo yang lama di sebagian besar wilayah Meksiko utara, terutama di kota-kota seperti Monterrey dan Culiacán.
sumber: wikipedia

Lihat Juga: Cafe

Rabu, 06 Oktober 2010

Little Asia

KONSEP MENU BARU: Little Asia hadir mengusung konsep hidangan baru, yakni modifikasi hidangan antara Chinese maupun Thailand, dan kuliner ala Barat.

MASAKAN Chinese memang tidak pernah ada matinya.Apalagi jika dikombinasikan dengan cita rasa ala Barat,terciptalah menu fusionyang belum pernah ada sebelumnya.Penasaran bukan?

Buktikan saja di Little Asia. Bertempat di Pejaten Village lantai 1 No.108, Little Asia merupakan pemain baru di dunia kuliner.Restoran ini baru beroperasi belum lagi genap sebulan. Makanan yang diusungnya adalah jenis masakan Chinese. Namun, jangan mengira masakan yang ditawarkan sama dengan restoran kebanyakan.Menyadari kompetisi dunia usaha cukup kuat, Little Asia berupaya muncul dengan konsep hidangan baru. Konsepnya yakni modifikasi hidangan antara Chinese maupun Thailand dengan kuliner ala Barat. Hasilnya sebuah hidangan fusion yang sulit untuk ditolak. Misalnya saja tahu goreng gandum.

Biasanya tahu yang khas disajikan di restoran Chinese adalah tahu dengan bumbu saus.“Agar berbeda, kami menawarkan tahu goreng dengan gandum karena pakai gandum aromanya seperti roti,” beber Operational Manager Little Asia, Bowo. Tahu ini merupakan salah satu menu yang direkomendasikan.Melimpah dengan gandum dan harum dengan daun kari serta cabai rawit, aroma wangi inilah yang menimbulkan selera makan.Tahunya padat dan gurih, ditambah lagi dengan gandum yang membuatnya makin krenyes. Selain tahu goreng gandum, ada pula tahu goreng cabai garam, sapo tahu seafood, angsio tahu, dan mapotahu.

“Tapi yang paling diminati adalah tahu goreng gandum,” sebut Suparyadi, Store Manager Little Asia. Menu brokoli udang saus pedas juga lezat. Brokolinya masih segar dan warnanya tidak berubah karena hanya di-saute. Jadi, ketika igigit,terasa masih renyah. Begitu pula dengan udangnya yang hanya digoreng setengah matang. Warnanya pun masih putih pucat, bukannya merah. Nah, udang ini disiram dengan saus bangkok yang berasa asam, manis, dan agak pedas. Hmm…dahsyat! Rasanya belum mau berhenti hingga udang dan brokoli yang tersedia di piring habis berikut sausnya. Menu kalian cah sapi juga tak kalah terkenalnya di restoran ini.

Daging sapi yang sudah diiris memanjang bertekstur lembut disiram dengan minyak atau saus manis dan kental dari air kaldu. Menurut Bowo,Little Asia khususnya ditujukan bagi keluarga. Menu yang disajikan berupa prasmanan dan tidak tersedia paket. Karena untuk keluarga,porsi yang diberikan cukup banyak.“Namun, ke depan kami berencana menghadirkan menu kombinasi nasi dengan lauk sehingga bisa lebih praktis,” kata Bowo. Di Little Asia, Anda bisa mencicipi beragam menu. Untuk sup misalnya, ada sup tom yum, asam pedas, dan kepiting asparagus. Selain itu, ada aneka bubur, seafood, fresh water fish,ragam olahan ayam dan daging sapi, hot plate, sayuran, dan aneka mi. Minuman juga tersedia aneka macam.

Mau yang unik, cobalah green valley alias jus sawi.Tenang, sawinya tidak akan terasa sedikit pun, malah yang ada hanya rasa asam dan manis.Ini karena minuman tersebut ditambahkan nanas, lime, dan simple syrup.Terong belanda juga kudu dicoba, minuman ini sehat apalagi tidak ditambahkan pemanis.Selain itu,jus kedondong juga ada di sini. Meski baru beroperasi,pemilik Little Asia sebenarnya telah lebih dahulu membuka restoran lain di beberapa tempat. Restoran yang juga menawarkan aneka caketersebut pun terbilang sukses. Makanya, sang pemilik optimistis Little Asia akan menuai kesuksesan yang sama.

Dalam waktu dekat, Little Asia berencana membuka cabangnya di Gandaria City dan Margo City. Untuk memuaskan pelanggan, restoran ini akan memunculkan menu baru setiap tiga bulan sekali. (sri noviarni)
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Restaurant
Cafe

Senin, 04 Oktober 2010

Memasak Nasi Biryani

Biryani (Nastaliq: بریانی ; bahasa Hindi: बिरयानी) atau biriani (beriani) adalah hidangan berupa nasi (biasanya dari beras basmati) yang dimasak bersama rempah-rempah, sayuran, atau daging. Di Indonesia dan Malaysia, hidangan ini disebut dengan tambahan kata nasi (nasi biryani, nasi briyani, nasi briani, atau nasi beriani). Nama hidangan ini berasal dari bahasa Parsi, beryā(n) (بریان) yang berarti goreng atau panggang. Pada zaman dulu, beras digoreng di dalam minyak samin sebelum direbus di dalam air bersama rempah-rempah hingga setengah matang.

Biryani dibuat dari beras yang sudah direbus di panci terpisah. Setelah beras setengah matang, beras dicampur dengan bahan-bahan lain, ditutup rapat di dalam panci, dan dimasak hingga matang. Biryani berbeda dengan pullao (pilaf) dalam cara memasak. Sewaktu membuat pullao, beras digoreng bersama rempah-rempah di dalam minyak samin, dan langsung dimasak hingga matang.

Pelancong dan pedagang Parsi memperkenalkan cara memasak biryani kepada orang India dan Pakistan. Hidangan ini tidak hanya populer di India dan Pakistan, melainkan juga di Irak, Iran, Afganistan, Bangladesh, dan kalangan penduduk muslim Sri Lanka.

Rempah-rempah yang dipakai sewaktu memasak biryani, termasuk di antaranya: minyak samin, kacang-kacangan, jintan, cengkeh, kapulaga, kayu manis, daun salam koja, ketumbar, daun mint, jahe, bawang bombay, dan bawang putih. Nasi biryani yang asli memakai safron.

Nasi biryani nonvegetarian menggunakan daging sapi, daging ayam, daging kambing, daging domba, atau udang. Hidangan sampingan bisa berupa dahi chutney, korma, kari, sayur terung, atau telur rebus.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe

Jumat, 01 Oktober 2010

Kerupuk Melarat



Kerupuk melarat adalah salah satu makanan khas Cirebon dan sekitarnya. Makanan ini disajikan dengan menambahkan sambal asam. Jajanan kerupuk melarat sangat cocok disantap pada musim panas, selain menambah selera makan juga dapat membangkitkan semangat kerja. Tepung tapioka adalah bahan dasarnya, dengan bentuk seperti tali rapia yang ruwet (urak-urakan) dengan beragam warna, di antaranya merah mudah, kuning, putih, dan hijau. Melarat berarti miskin. Kerupuk melarat digoreng tidak memakai minyak goreng, tapi memakai pasir yang sudah dibersihkan terlebih dahulu, yang melalui proses pengeringan, dan penyaringan dengan cara diayak.

sumber : wikipedia

Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe

Kamis, 30 September 2010

Nasi Dagang di Malaysia

Nasi dagang adalah makanan Malaysia berupa nasi yang ditanak bersama santan kelapa, dan disajikan bersama lauk kari ikan ikan tongkol. Hidangan ini berasal dari negara bagian Terengganu dan Kelantan. Di Terengganu, nasi dagang dibuat dari campuran beras dan ketan yang ditanak bersama santan kelapa. Nasi dagang terengganu dihidangkan dengan kuah nasi dagang yang dimasak dengan menggunakan bumbu khas Malaysia (cabai, kunyit, lengkuas, sereh), dan berbeda dengan bumbu kari dari India. Nasi dagang kelantan biasanya berwarna merah karena dicampur ketan merah.

Bumbu nasi dagang berupa bawang merah, biji kelabet, dan daun sereh. Kari ikan tongkol atau tenggiri sering kali merupakan satu-satunya lauk untuk nasi dagang. Lauk lain untuk nasi dagang misalnya kari kambing atau kari kepala ikan. Nasi dagang berbeda dari nasi lemak yang umumnya dimakan bersama ikan bilis dan telur.

Hidangan ini disebut nasi dagang karena pada zaman dulu dibawa sebagai bekal oleh orang kampung yang pergi untuk berdagang. Sewaktu bepergian jauh, pedagang membawa nasi berisi kari ikan dan acar yang dibungkus daun pisang.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
restaurant
restoran
cafe

Rabu, 29 September 2010

Okonomiyaki

Okonomiyaki (お好み焼き?) adalah makanan Jepang dengan bahan tepung terigu yang diencerkan dengan air atau dashi, ditambah kol, telur ayam, makanan laut atau daging babi dan digoreng di atas penggorengan datar yang disebut teppan.

Okonomiyaki adalah salah satu jenis masakan teppanyaki yang bisa dimakan begitu saja atau sebagai lauk teman nasi putih. Okonomiyaki sering dimakan dngan sendok datar yang disebut kote (hera) yang juga berfungsi sebagai sodet sewaktu membalik okonomiyaki.

Dalam bahasa Jepang, okonomi berarti "suka-suka" (yang disuka, yang diinginkan) dan yaki berarti "panggang" (istilah "goreng" hanya digunakan di Jepang bila makanan digoreng dengan minyak yang sangat banyak). Sesuai dengan namanya, lapisan atas (topping) okonomiyaki bisa disesuaikan dengan selera orang yang mau memakan.

Berdasarkan cara pembuatan dan bahan yang digunakan, okonomiyaki dibagi menjadi dua jenis:

* Okonomiyaki ala Kansai

irisan kol dicampur dengan adonan seperti sewaktu membuat puyonghai

* Okonomiyaki ala Hiroshima (Hiroshimayaki)

irisan kol hanya diletakkan di atas adonan yang dilebarkan di atas penggoreng seperti sewaktu membuat panekuk.

Tepung okonomiyaki siap pakai sudah mengandung baking powder, garam dan dashi agar okonomiyaki yang dihasilkan tidak keras. Parutan sejenis umbi bernama yamaimo sering ditambahkan ke dalam adonan okonomiyaki agar okonomiyaki menjadi lebih enak.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
restoran
cafe

Selasa, 28 September 2010

Rabeg Khas Banten

Jakarta - Sup khas Banten ini unik rasanya, mirip dengan semur daging Betawi. Kuahnya kecokelatan dengan rasa manis pedas yang cukup nendang! Isinya perpaduan antara daging kambing dan sapi yang empuk. Penasaran dengan hidangan para Sultan Banten ini? Cobain yuk!

Kalau sedang berjalan-jalan di kota Serang, Banten, hidangan yang satu ini wajib di coba! Rabeg namanya, mungkin terdengar asing tapi jangan salah rabeg menjadi incaran para wisatawan yang tengah bertandang di kota Banten. Menurut cerita, rabeg adalah hidangan para Sultan Banten pada masanya khususnya pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin Banten.

Rabeg biasa disajikan saat acara-acara khusus masyarakat Banten seperti akikah, sunatan, dan perkawinan, khususnya untuk masyarakat Serang dan Cilegon. Tapi kini rabeg sudah bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota Serang. Salah satunya adalah rabeg H.Naswi yang sudah cukup melegenda.

Warung sederhana yang letaknya tepat di depan rumah tahanan kota Serang ini tak pernah sepi pengunjung. Baik penduduk sekitar Serang, ataupun para pendatang yang memang sengaja mampir. Warung Rabeg H.Naswi tidak hanya menyediakan rabeg, tapi ada pilihan lain seperti sate sapi, ayam, dan kambing, aneka sop, dan nasi rames.

Berhubung saya penasaran dengan rabeg, jadilah saya memesan seporsi rabeg dan seporsi sate sapi. Rabeg adalah salah satu kuliner yang sudah mengalami akulturasi rasa dari masyarakat Arab dahulu kala. Rabeg disajikan dalam porsi yang tidak terlalu besar, hanya dalam mangkuk kecil seperti soto Kudus. Warna kuahnya kecokelatan, sepintas tampak seperti semur namun dengan kuah yang lebih encer. Aroma lada, kayu manis dan bawang yang menguar saat rabeg diaduk langsung menggelitik hidung.

Saat dicicipi, wow! Paduan kuah kaldu yang manis, pedas, dan gurih jadi satu bikin kombinasi rasa yang enak! Jejak minyak yang tertinggal tidak terlalu berlebihan. Meskipun kuahnya encer tapi tidak mengurangi rasa sama sekali. Rasa kuahnya
ringan namun bumbunya mantap!

Saya menambahkan sedikit sambal rawit hijau ke dalamnya, dan sensasi rasanya jadi makin enak! Apalagi setelah disuap dengan acar timun dan wortel yang asam segar. Potongan dagingnya tidak terlalu besar, namun pas. Dagingnya sangat empuk, saya tidak menemukan kesulitan saat mengunyahnya. Menurut si empunya, daging ini dimasak cukup lama dengan api yang kecil sehari sebelumnya sehingga dagingnya empuk dan matang merata.

Rabeg ini tidak hanya berisi daging sapi saja, tapi juga ada potongan iga kambing. Daging pada iga nya pun empuk dan tidak berbau sama sekali. Sedangkan sate sapi ini berukuran tidak terlalu besar, sepintas tampilannya sama saja dengan sate ayam.
Yang unik adalah bumbu kacang yang digunakan untuk melumuri satenya. Bumbu kacang ini cenderung encer tidak kental seperti kebanyakan sate.

Warnanya pun cokelat terang, dengan meninggalkan sedikit jejak berminyak. Soal rasa, tentu saja berbeda. Bumbu kacang ini cenderung lebih gurih, sangat berbeda dengan sate yang ada di Jakarta. Kalau untuk saya, saus kacang ini saya tambahkan dengan sedikit sambal dan juga kecap baru pas rasanya.

Supaya makin afdol, saya tak membuang kesempatan mencicipi emping Serang yang terkenal tipis gurih dan renyah. Dikunyah sembari menikmati rabeg..hmm..benar-benar sedap! Seporsi rabeg plus nasi dan juga sate sapi dihargai Rp 15.000,00 saja. Hmm..harga yang cukup murah untuk rasa yang enak! Jika Anda sedang berada di kawasan Serang, tak ada salahnya mencicipi kuliner Sultan Banten yang sudah melegenda ini.
Sumber: Detik Food

Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
Cafe