Selasa, 07 September 2010

Kerang Abalon

Abalon (berasal dari bahasa Spanyol, Abulón) ialah suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari familia Haliotidae dan genus Haliotis. Ia dikenal pula sebagai kerang mata tujuh atau siput balik batu, ormer di Jersey dan Guernsey, perlemoen di Afrika Selatan, dan pāua di Selandia Baru.

Abalon tergolong dalam kelas Gastropoda yang besar. Terdapat hanya satu genus dalam famili Haliotidae dan kira-kira 4 - 7 subgenus. Taksonominya agak membingungkan. Spesiesnya berjumlah antara kira-kira 100 hingga 130 (karena adanya hibrida).

Abalon memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni yang terbuat dari nakre. Daging moluska ini dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, dan Asia Timur (khususnya di Republik Rakyat Cina, Jepang, dan Korea).
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
the cafe
coffe bean
starbucks

Doenjang Makanan Fermentasi Khas Korea

Doenjang adalah jenis makanan fermentasi yang berasal dari Korea. Doenjang dibuat dari pasta kacang kedelai yang direbus dan dikeringkan di panas matahari dalam bentuk persegi yang dinamakan mejubap atau meju. Dalam proses pengeringan ini muncul jejamuran yang menandakan telah terjadinya proses fermentasi dan menimbulkan bau yang menyengat. Setelah dikeringkan blok-blok doenjang ini dipindahkan ke tempat yang lebih hangat agar proses ferementasi berlangsung lebih cepat. Setelah itu dimasukkan ke dalam tempayan besar yang diisi dengan air garam. Air garam ini menyebabkan terjadinya fermentasi yang lebih baik lagi, yaitu melehkan bentuk meju yang tadinya keras menjadi pasta kacang khas Korea. Jika pasta kacang dipisahkan dengan air dari hasil fermentasi tadi, akan menghasilkan kecap khas Korea yang disebut Ganjang.

Doenjang biasanya dibuat secara manual di rumah-rumah orang Korea, terutama di pedesaan. Cara pembuatan doenjang secara manual hanya menggunakan air garam sementara doenjang buatan pabrik dibuat dengan menambahkan tepung gandum. Bahkan ada yang sengaja menambahkan komposisinya dengan ikan teri agar rasanya semakin lezat.

Doenjang yang dimakan dengan bawang putih, minyak wijen, dan gochujang (pasta cabai Korea) yang dibungkus dengan sayur dinamakan ssamjang (tanpa nasi) atau ssambap (ditambah nasi).

Doenjang juga populer dimasak sebagai sup, yaitu Doenjangjjigae (sup doenjang) yang biasanya berisi tahu dan bumbu seperti bubuk cabai, jamur, makanan laut dan daging. Doenjang memiliki gizi yang tinggi karena dihasilkan dari proses fermentasi yang bersifat anti kanker, selain itu juga memiliki sumber mineral dan flavonoid yang bersifat antioksidan.

Penyebutan tentang pembuatan doenjang dapat ditemukan di dalam teks sejarah Cina di Buku Wei dan Suku Dongyi serta teks Sanguozhi yang ditulis oleh Chen Shou di tahun 290. Pada zaman dahulu, doenjang dinamakan tojang. Orang Cina kuno menyebut bau doenjang sebagai khas Korea.

Doenjang dikatakan bagi orang Korea memiliki 5 nilai. Pertama adalah dansim, artinya doenjang akan memiliki rasa dan aroma yang sama bahkan bila dicampurkan dengan rasa lain. Yang kedua adalah hangsim, artinya doenjang tidak akan pernah menjadi busuk. Bila disimpan dengan benar dan semakin lama, akan membentuk rasa yang semakin kuat. Ketiga adalah bulsim, doenjang bisa menghilangkan bau amis daging dan ikan. Keempat adalah seonsim, doenjang dapat membuat masakan pedas menjadi semakin gurih. Kelima adalah hwasim, doenjang mampu menjadi pelengkap jenis masakan apa saja.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
Minuman
Japanese food

Senin, 06 September 2010

Imperial Cakery

STRATEGIS : Lokasi yang berada di ground floor dengan suguhan pemandangan orang berlalu lalang membuat tempat ini cukup strategis. Pengunjung juga bisa melihat pengolahan makanan dari dapur terbuka kafe ini.

TEMPAT makan yang ini boleh dibilang lengkap. Di sini pengunjung dapat menemukan ragam hidangan Western serta bakery yang lezat.

Bukan hanya itu, Imperial Cakery pun menawarkan tempat yang nyaman untuk bersantai. Ingin makan makanan berat atau sekadar nongkrong bersama teman- teman, Imperial Cakery agaknya bisa menjadi pilihan yang tepat. Kafe yang berlokasi tepat di area tengah Pejaten Village ini menawarkan makanan dari mulai yang ringan sampai yang berat. Dwi Resmisari selaku Supervisor Imperial Cakery menyatakan, kafe sekaligus restoran ini memiliki cabang yang cukup banyak. Di tiap cabang dihadirkan menu Western atau Chinese, ataupun gabungan keduanya.

”Khusus di Pejaten ini kami menyajikan menu Barat komplet dari appetizer sampai dessert,” ungkap Dwi saat SINDO berkunjung ke Imperial Cakery. Lokasi kafe ini cukup strategis,berada di ground floor dengan suguhan pemandangan orang berlalu lalang yang sibuk berbelanja. Pengunjung juga bisa melihat pengolahan makanan dari dapur terbuka kafe ini. Kafe ini pun bersebelahan tepat dengan sebuah toko buku sehingga pengunjung dapat membaca buku yang telah dibelinya di kafe ini. Sambil menunggu pesanan main course datang, pengunjung dapat menikmati menu pembuka seperti kentang goreng, vegetable spring roll, chicken wings, atau shrimp roll. Hidangan pembuka selera ini juga cocok disantap untuk makanan ringan sebagai teman minum kopi atau ice blend.

Selama bulan Ramadan ini, Imperial Cakery memberikan kolak dan bubur ketan hitam yang dapat dinikmati secara cuma-cuma. Sekarang hidangan main course, yang paling dijagokan adalah nasi. Ada butter rice dan risotto rice yang keduanya tersedia dalam tiga pilihan; dengan ayam, ikan nila, ataupun daging. Nah ini yang istimewa, risotto maupun butter rice dapat disantap dengan saus pilihan. Sedikitnya ada lima saus yang bisa dipilih; saus jamur, lada hitam, onion,BBQ, dan arabiata sauce.Yang terakhir disebut merupakan saus yang berasal dari tomat sehingga menghasilkan rasa asam-manis.

Mau coba pasta juga bisa, di antaranya fettucine carbonara, spaghetti bolognaise, dan spaghetti chicken cordon blek,sertapenne beef stroganoff. Sedangkan deretan sandwich yang bisa dinikmati sebut saja jumbo hot dog,burger,club sandwich,smoked salmon, dan scrambled egg.Minuman yang bisa dinikmati di sini juga beragam.Untuk smoothiesada blue sky hazelnutdan kiwi smoothies. Ada pulablackcurrant lychee,mango berry punch,blue mango booster,dan fruit punch. Tersedia pula pilihan coffee ice blend. Oh ya,jangan lewatkan pula untuk mencicipi dessert andalan Imperial Cakery.Apalagi kalau bukan hot chocolate melt yang paling banyak diminati. Selain itu, ada es krim dan apple strudle.

Seperti disebutkan sebelumnya, kafe ini juga menyediakan bakery, termasuk cookies dan cakes. Ada oatmel cookies, almond cookies, dan cashewnut.Sedangkan rasa roti yang bisa dinikmati antara lain blueberry twist bun,chocolate doughnut, cheese doughnut, dan chocolate croissant. Seluruh bakery yang disajikan di sini kesegarannya terjaga sebab dibuat setiap hari.

Menjelang hari Raya Idul Fitri ini,cake-cake buatan Imperial Cakery banyak diburu oleh pembeli. Hanya saja, untuk cake harus dipesan sehari sebelumnya. (sri noviarni- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Nasi goreng
Nelayan Restoran
Laguna

Nuansa Unik di Happy Day

NUANSA UNIK : Untuk membuat pengunjung betah, Happy Day mendesain restoran dengan cara yang unik yakni dengan memasang baling-baling besar dan lampu gantung dari ember besi di atap restoran.


RASA bukanlah satu-satunya pertimbangan saat memilih resto.Suasana tempat makan pun harus diperhatikan.Pasalnya,suasana yang nyaman akan menumbuhkan mooduntuk bersantap.

Siapa sih yang tak suka menyantap menu nikmat di restoran dengan nuansa yang menyenangkan hati? Nah bila Anda ingin mencobanya, mungkin Happy Day bisa Anda kunjungi.Happy Day memang bukan restoran baru, restoran ini sudah ada sejak 13 tahun yang lalu. Namun,yang membuat restoran ini baru adalah interior dan variasi dari makanannya yang semakin menarik untuk disinggahi. Suasana ala teras rumah Belanda di restoran yang berdiri sejak 1997 ini bakal membuat pengunjung betah berlama-lama nongkrong di sini.

Begitu memasuki restoran, maka pandangan kita pasti langsung terarah pada baling-baling besar yang berada di atap restoran yang berlokasi di Jalan Juanda No 19 Jakarta Pusat ini.Lampu gantung yang terbuat dari ember besi pun turut menjadi perhatian pengunjung yang datang. ”Dari dulu restoran ini memang punya ciri baling-baling yang bergelantungan di atas atapnya,” tandas General Manager Happy Day, Wilianto, saat acara pengenalan konsep baru Happy Day beberapa waktu lalu. Selain baling-baling, restoran ini juga didominasi oleh interior yang menggunakan bahan dasar kayu sehingga warna yang terlihat pun sangat natural.

Mirip dengan suasana rumah di Belanda. Ada juga pohon-pohon buatan dan tumbuh- tumbuhan lainnya yang berada di tengah-tengah restoran. ”Kami sengaja membuat konsep mirip suasana outdoor agar lebih homey,”ucap Sales and Promotion Manager Happy Day, One Meylani Gioh. Restoran ini memang sudah lama ada,namun untuk menambah kenyamanan pelanggan dan menambah variasi suasana, maka Happy Day pun melakukan renovasi pada 2010.Butuh waktu hanya sekitar 2 bulan untuk melihat restoran berlantai dua ini menjadi baru, hingga pada 27 Juli 2010 kemarin, akhirnya Happy Day memilih untuk membuka restoran dengan konsep barunya.

Restaurant dengan luas 600 m2 ini memiliki kapasitas hingga 250 pengunjung yang terdiri atas berbagai ruangan seperti ruangan VIP, ruang party,sampai smooking room yang memiliki viewke area luar. Tidak hanya interior dan nuansanya yang baru, ternyata restoran yang memiliki pelanggan tetap para pejabat pemerintahan ini juga menambah aneka menu makanannya. Awalnya Happy Day hanya menyediakan menu Indonesia dan Western saja, tapi kini menu Asia hingga Italia hadir menambah variasi hidangan yang ada di restoran yang berkonsep keluarga ini.

”Secara keseluruhan kami memiliki sekitar 100 menu, dari menu minuman pembuka sampai makanan penutup,”tutur One. Di Happy Day, setiap menu dipisahkan berdasarkan kategori negara asal, seperti menu khas Asia atau Italia,hingga pengunjung pun tidak bingung untuk memesan. Ada pula stan salad yang berada di tengah restoran dengan konsep all u can eat.Jika ingin mencicipi menu yang khas dari Happy Day yang sudah ada sejak 13 tahun lalu, maka cicipi saja Sup Buntut ala Happy Day.Sup buntut ini dirasa istimewa selain karena rasanya yang cukup berbumbu,porsinya pun cukup besar. ”Rata-rata orang-orang pemerintahan yang jadi pelanggan tetap sup buntut ini,” jelasnya.

Dikatakan oleh Head Chef Happy Day,Samudi bahwa Sirloin Steak juga menjadi menu yang mencirikan restoran ini.Menu ini menyajikan daging sirloin yang dipanggang kemudian dibalur dengan 3 pilihan saus yang bisa dipilih sesuai selera. Ada saus barbeque,mushroom sauce, dan black papper. ”Mushroom sauce lebih difavoritkan dibanding saus yang lain,” tutur koki yang sudah bekerja lebih dari 11 tahun di restoran ini.Samudi menjelaskan,jamur champignon menjadi bahan dasar utama untuk pembuatan mushroom sauce. Untuk penyajiannya, potato chips dan salad beserta thousand island menjadi pelengkap kelezatan steakini.

Untuk menu Westernyang unik, Happy Day memberikan pilihan ”Monster”Chesse Burger” yaitu burgerkeju yang berdiameter 15 cm dengan isi yang beragam, mulai dari daging sapi olahan hingga keju dan sayuran. Happy Day mempunyai keunikan dalam soal harga. Jika restoran lain semakin lama semakin memberikan harga yang terus naik, di sini justru harga turun namun kualitas tetap terjaga. Untuk harga yang ditawarkan,Happy Day memberikan harga mulai dari Rp11.900 sampai Rp84.900.

Seru bukan, bersantap dengan suasana nyaman dan menyenangkan di teras rumah yang rimbun dengan pepohonan. Maka tidak ada salahnya jika moto restoran ini adalah ”Everyday is a Happy Day”,karena di sini,Anda bisa merasakan makanan dengan suasana yang bisa menambah moodbahagia Anda. (inggrid namirazswara- Seputar Indonesia)
Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga: Cafe

Jumat, 03 September 2010

Menyantap Masakan Korea

Orang Korea biasanya makan dengan duduk di bantal (tanpa kursi) pada meja yang rendah dengan posisi kaki menyilang (menyila).

Makanan dimakan dengan sumpit dari stainless steel (jeotgarak) dan sendok panjang (sutgarak); set sumpit dan sendok ini dinamakan sujeo (gabungan sutgarak dan jeotgarak), namun sujeo dapat juga diartikan sebagai sendok saja. Tidak seperti bangsa pengguna sumpit lain, orang Korea sudah menggunakan sendok sejak abad ke-5 Masehi.

Tidak seperti orang Tionghoa atau Jepang, mangkuk nasi dan sup tidak boleh beranjak dari meja dan mereka memakannya dengan sendok. Banchan (lauk pauk) dimakan dengan sumpit. Pengaturan yang umum biasanya seperti berikut:

Nasi untuk perorangan disediakan dalam mangkuk kecil yang lebih tinggi dari diameternya. Sup hangat disediakan dalam mangkuk yang lebih besar dan lebar (di sebelah kanan nasi), seringkali jjigae atau makanan jenis berkuah lain dimakan bersama dari panci besar di tengah-tengah meja. Set sendok panjang stainless steel untuk nasi dan sup, dan sumpit untuk banchan (di sebelah kanan sup).

Hidangan lauk banchan yang bervariasi disediakan dalam mangkuk-mangkuk kecil. Tergantung pada setiap rumah tangga, minuman bisa saja disediakan atau tidak disediakan. Air es biasanya disediakan saat makan bersama keluarga. Dalam lingkungan umum atau restoran, disediakan air atau minuman tradisional (“teh” biji-bijian seperti teh barley, sementara teh biasa kurang disukai saat makan karena rasanya tidak cocok dengan nasi atau banchan yang pedas). Minuman lain yang umum saat makan adalah soju. Setelah makan, minuman penyegar yang disediakan contohnya soojunggwa atau shikhye. Minuman yang disajikan berbeda-beda berdasarkan musim dalam setahun.
Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
Cafe

Kamis, 02 September 2010

Hoe Istilah Makanan Korea

Hoe (diucapkan [hø~hwe]) adalah istilah umum untuk berbagai makanan Korea berupa potongan terbaik ikan segar atau daging yang tidak dimasak. Saengseon hoe (생선회,生鮮膾) adalah irisan tipis daging ikan segar atau makanan laut lainnya (serupa dengan sashimi). Yukhoe (육회,肉膾) adalah daging sapi mentah yang diberi bumbu kecap asin, gochujang, minyak wijen, dan arak beras. Gan hoe (간회,肝膾) adalah hati sapi mentah yang dibumbui minyak wijen dan garam. Hongeohoe (홍어회, 洪魚膾) adalah irisan daging ikan pari yang sebelumnya disimpan di dalam guci hingga terfermentasi.

Saus cocol untuk saengseon hoe disebut chogochujang (초고추장) yang dibuat dari gochujang dan cuka. Sebelum dimakan, hoe bisa diberi wasabi atau dicocol ke saus chogochujang atau ssamjang (쌈장), dan dibungkus dengan daun perila atau daun selada. Sewaktu dihidangkan, hoe diletakkan di atas piring berisi dangmyeon agar terlihat menarik.

Di rumah makan, ketika selesai menyantap saengseon hoe, orang sering memesan maeuntang (sup ikan yang dibuat dari kepala ikan dan bagian ikan yang tidak bisa dijadikan hoe) .

Tradisi memakan daging dan ikan mentah di Semenanjung Korea diperkirakan diperkenalkan oleh orang Cina pada awal periode Tiga Kerajaan Korea (57 SM--668 AD). Dari kitab Analek karya Kong Hu Cu asal abad 1 SM ditulis, "Jangan makan sampai menghabiskan yang halus. Jangan makan sampai menghabiskan potongan yang terbaik (食不厭精,膾不厭細). Istilah kuai (膾) mulanya berarti irisan ikan mentah atau irisan daging seperti daging sapi atau daging domba. Namun sejak zaman Dinasti Qin dan Dinasti Han, istilah ini hanya berarti ikan mentah. Setelah Buddhisme berkembang di Korea sejak periode pertengahan Tiga Kerajaan Korea hingga akhir Dinasti Goryeo (918–1392), membunuh hewan untuk dijadikan makanan merupakan hal yang harus dihindari. Oleh karena itu, rakyat meninggalkan kebiasaan makan hoe bersamaan dengan tidak lagi dikonsumsinya daging. Makanan ini kembali dihidangkan setelah memudarnya pengaruh Buddhisme pada akhir periode Goryeo. Pada masa Dinasti Joseon, kerajaan menjunjung tinggi ajaran Konfusianisme, sehingga hoe kembali populer sebagai makanan orang Korea.

Sumber: Wikipedia

Lihat Juga:
Makanan
Minuman
Japanese Food

Rabu, 01 September 2010

Buka Puasa Bersama Swiss -Belhotel

Manajemen dan karyawan Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta mengadakan acara buka puasa bersama masyarakat sekitar hotel dan panti asuhan pada tanggal 16 Agustus 2010 bertempat di Jasmine Ballroom. Acara buka puasa disertai ceramah agama yang disampaikan oleh Bapak Ustadz Ahmad Turmudi.

Acara ini terselenggara sebagai bentuk kepedulian Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta kepada masyarakat sekitar. Selain itu, manajemen dan karyawan juga membagikan bingkisan lebaran kepada anak-anak dari Panti Asuhan Nuruh Iman Menteng Raya.

Selama bulan suci Ramadhan, Swiss-Belhotel Mangga Besar Jakarta menawarkan berbagai paket promo menarik, seperti: Crystal Kafe yang berlokasi di lantai dua, menawarkan sajian istimewa bagi tamu, seperti Buffet Makan Siang Sepuasnya dengan harga Rp. 77.777nett/ orang dan juga Buffet Buka Puasa Bersama Makan Berlima Gratis 1 orang dengan harga Rp. 88.888 nett/ orang termasuk tajil, kopi & teh dan tempat sholat.

Sumber: OpenRice.com

Lihat Juga:
Makanan
Minuman
Japanese Food