Tampilkan postingan dengan label tahu bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tahu bandung. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Maret 2010

Tempat Makan dan Wisata Kuliner di Bandung



Seperti yang banyak orang sudah ketahui bahwa Bandung adalah salah satu kota tujuan wisata kuliner di Indonesia. Fenomena ini telah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi orang kebanyakan. Ini adalah satu keuntungan yang sangat saya nikmati dari kuliah di Bandung, karena saya sangat suka jalan-jalan dan menemukan rumah makan atau kafe baru lalu mempromosikannya ke teman-teman saya.

Kalau dihitung dari awal kuliah hingga sekarang (berarti dari tahun 2005 sampai 2007), banyak Tempat Makanan baru bermunculan di kota ini. Mulai dari restoran yang range harganya mahal sampai kafe-kafe yang 'berusaha' memfasilitasi para mahasiswa agar bisa memenuhi kebutuhan 'nongkrong' dan 'kongkow' nya itu tanpa memberatkan kantong mereka.

Daerah Dago (baik dari dago bawah sampai dago pakar), Setiabudi sampai Lembang, sepanjang Jalan Riau, dan daerah lainnya. Dilihat-lihat jaman sekarang kafe di Bandung semakin menjamur. Selain itu, banyak tempat 'nongkrong' yang dilengkapi dengan wi-fi connection, lagi-lagi fasilitas ini melihat kebutuhan banyak orang. Ada juga warung-warung menyerupai kafe yang mencoba menghadirkan pemandangan kota Bandung di malam hari, sebutan populernya city light atau city view. Contohnya ada restoran-restoran dan kafe-kafe di daerah Dago Pakar, atau warung kopi Moko di daerah Cimenyan (Cicaheum atas).

Tidak hanya tempat 'nongkrong' untuk anak muda, aneka rumah makan di Bandung banyak yang bisa dijadikan tujuan wisata kuliner karena sajiannya yang berbeda. Contohnya Bebek Bengawan di Jalan Bengawan. Cara masak bebek di rumah makan tersebut berbeda dengan bebek lain di rumah makan Bebek van Java, misalnya, atau Bebek Boromeus.

Kecenderungan yang saya temui pada Tempat Makanan atau kafe baru di Bandung adalah mereka sering menetapkan tarif yang murah untuk setiap item-nya, tapi hanya pada masa awal pembukaan tempat makan. Contohnya Kafe Le Pakar yang sempat menjadi saingan berat Cloud 9 dengan menyajikan minuman sejenis namun harganya jauh lebih murah. Anak-anak muda sempat 'lari' ke Le Pakar karena harga tersebut, namun seiring waktu, harga di Le Pakar semakin mahal dan kini sama saja dengan Cloud 9. Kini, kafe berkonsep lounge dengan harga murah coba dihadirkan oleh Jack's House yang terletak di daerah Dago Pakar juga.

Contoh lainnya adalah rumah makan Igelanca (yang juga pernah jadi review saya) menyajikan makanan dengan harga sangat terjangkau namun para konsumen dapat menikmati pemandangan kota Bandung di malam hari.

Pada awalnya, hari ini saya ingin meliput Du Chocolat di kawasan Setiabudi, sebuah kafe yang menyajikan aneka jenis kue dan coklat. Ada Chocolate Fonduee yang merupakan favorit saya dan seorang teman ketika masih sering 'nongkrong' di sana. Lalu saya mendengar ada tempat serupa di kawasan Pasir Kaliki Hyper Square, bernama Melted. Sayangnya, ketika tadi sore saya sampai di Du Chocolat, tempat itu tutup untuk hari Rabu.

Akhirnya, saya memutuskan pergi ke Cihampelas Walk dan menjadikan Honeymoon Dessert sebagai review saya yang baru. Yang jelas, Bandung memiliki banyak sasaran yang unik dan membuat saya bersemangat untuk menulis reviews di blog ini. Hehehehehe...

kenyoiskania.multiply.com

Rabu, 30 Desember 2009

Wisata Kuliner Di Bandung



Apa sih yang menjadi daya tarik utama kota bandung yang bikin banyak orang seneng berkunjung ke kota ini? Bandung punya banyak tempat makan yg khas kali ya?

Berikut ini adalah Tempat Makanan yang menjadi target serbuan:

1. Congo: cafe yang terletak di daerah ranca kendal ini buat orang yang baru ke bandung kayaknya agak sulit ditemukan. meskipun ga begitu jauh dari daerah dago atas, jalanan menuju tempat ini agak kurang meyakinkan: sempit banget, plus turunan dan tanjakan yang curam. tapi buat orang-orang yang doyan makan, tentunya daerah ini sudah sangat familiar, karena disana berderet tempat makan yang layak kunjung selain congo, seperti wale (warung lela), rumah kopi, dan rumah joglo. gue dateng kesini ama budi plus his wife & son, menikmati menu makanan indonesia & eropa.

2. sierra: gue dateng ke cafe ini bareng arief, yang lagi pengen nyobain resto lain di dago atas selain neo kalista & the valley. lokasinya sederet sama budapest & cloud9, relatif lebih mudah dicari. view-nya bagus banget.

3. kampung daun: kudu niat nih kalo mau kesini, berhubung lokasinya yang jauh dari pusat kota bandung (di kompleks triniti - cihideung, daerah pembibitan bunga dan tanaman hias). meskipun cukup memakan waktu dan tenaga, bagi penikmat keindahan alam makan disini adalah hal yang ga boleh dilewatkan. banyak spot-spot yang sangat bagus buat difoto, entah itu air terjun, saung-saung di alam terbuka, lampu-lampu, tanaman hias, dan api unggun.

4. 7sins: katanya sih salah satu pemilik tempat ini adalah luna maya, tapi entahlah! yang jelas karena lokasinya di tengah kota (persis di salon swarga jln diponegoro), tempat nongkrong yang satu ini rame dikunjungi muda-mudi yang haus akan ‘minuman menyegarkan’.

5. gampong aceh: Tempat Makanan bergaya pujasera ini sempet naik daun pasca tragedi tsunami aceh beberapa tahu lalu, dan sampai saat ini sudah dibuka beberapa cabang di kota bandung. buat yang kangen mie aceh, teh tarik, atau roti canai, tempat ini bisa dijadikan alternatif. rasanya sih standar, sesuai lah dengan harganya yang relatif murah. tapi kalo indomie gorengnya enak banget.

6. prima rasa jln kemuning: dulu brownies dari tempat ini ngetop banget, selalu jadi oleh-oleh yang ga pernah terlewatkan dari bandung. sekarang pamornya agak terkalahkan oleh brownies kukus amanda. tapi untungnya makanan yang dijual disini sangat variatif, sehingga ga pernah sepi dari para pemburu oleh-oleh.

7. the peak: sesuai namanya, lokasi restoran ini berada di puncak bukit, jauh banget deh dari bandung ke arah lembang. pokoknya kalo mau kesini harus super ekstra niat abis! untung saja sajian makanan dan pemandangan yang ditawarkan resto ini oke, jadi terbayar lah energi yang sudah dikeluarkan untuk menuju puncak bukit ini. btw, disamping fisik dan mental, hal lain yang perlu dipersiapkan sebelum menuju the peak tentunya adalah dompet, mengingat harga makanan disini agak premium.

damarwahyudi.blog.friendster.com

Kamis, 08 Oktober 2009

Tempat Makanan Konsep Unik dan Menarik

Tempat Makanan Berkonsep Unik

Bagi pengendara yang melewati Jalan Raya Lembang No 177 ,Kabupaten Bandung Barat (KBB) jangan sampai salah masuk pom bensin. Salah salah Anda ditawari tahu lembang, bukannya bensin seperti yang diinginkan.

Tempat itu memang berpenampilan seperti pom bensin. Warna merah dan kuning sangat mendominasi tempat itu.Memasuki gerbang,Anda akan melihat halte ditopang pilar berwarna merah dan memiliki atap putih merah. Terlihat dari jauh, beberapa kendaraan berhenti seperti hendak mengisi bensin.

Papan nama tempat itu juga didominasi warna merah dan kuning seperti pada pom bensin milik PT Pertamina. Tetapi, jika Anda teliti di papan nama itu tidak bertuliskan daftar bahan bakar, tapi tahu lembang, rest area, drive thru tahu, resto, pasar oleholeh, maze, dan outbound. Tempat itu ternyata bukan pom bensin,melainkan gerai tahu atau tempat makanan lembang bernama Pom Tahu Lembang.

Konsep demikian sengaja dibuat untuk menjebak para pengendara yang melintasi Jalan Raya Lembang itu. Kata Pom Tahu merupakan singkatan dari pusat orang makan tahu. ”Kami sengaja membuat Tempat Makanan ini seperti pom bensin agar konsumen terjebak, yang tadinya ingin mengisi bensin malah beli tahu,” ujar Bagian Humas Pom Tahu Lembang Santi Sulastri sembari tertawa.

Lokasi tempat makanan Pom Tahu Lembang sangat mudah dicari. Letaknya tepat di pinggir jalan raya sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Bandung. Jika dari arah Bandung,Pom Tahu Lembang sebelum Hotel Grand Lembang. Tempat makanan Pom Tahu Lembang ini menggunakan konsep berjualan dengan sistem drive thru,system yang biasa digunakan di restoran cepat saji.

Menurut Santi, tahu di tempat makanan tersebut berbeda dengan tahu lembang biasa. Adonan kacang kedelai sebelum digoreng ditambahkan bahan baku susu sapi.Dengan menambahkan susu, rasa tahu lembang jadi berbeda.

ahmadheryawan.com