Tampilkan postingan dengan label kursus akupuntur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kursus akupuntur. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Juni 2010

Akupuntur untuk Bantu proses Kehamilan

Teknik akupuntur kini banyak digunakan di AS untuk membantu seorang wanita bisa menjadi hamil. Menurut laporan dari American Society for Reproductive Medicine, terapi dengan menggunakan akupuntur yang dilengkapi dengan konsumsi obat tradisional telah membantu banyak wanita menjadi hamil. Di AS banyak wanita yang menunda memiliki anak sampai usia 30 hingga 40 tahun.

Ketidaksuburan lalu menjadi sebuah tantangan karena diperkirakan 3 juta pasangan di AS dikabarkan tidak mampu melakukan pembuahan setiap tahunya. Klinik Kesuburan kemudian tumbuh menjamu bak tumbuhnya jamur dimusim hujan.

Dari klinik itulah kemudian para dokter berani berujar bahwa banyak wanita yang gagal hamil jika harus melakukan terapi secara konvensional.

Tidak heran para wanita itu kemudian beralih ke pengobatan alternatif seperti akupuntur yang dilengkapi dengan penggunaan obat-obat tradisional dari ramuan tumbuhan alias jamu.

Sejumlah dokter mengingatkan untuk dilakukan penelitian sejauh mana efektifitas dari terapi akupuntur meski ada juga yang lain yang menyatakan tindakan akupuntur tidak masuk dalam ilmu pasti.

Studi yang dipublikasikan pada tahun 2002 silam melalui The Journal Fertifility and Sterility menyebut kepopuleran terapi akupuntur di Jerman.

Studi itu dilakukan oleh Dr. Wolfgang Paulus dari The University of Ulm yang menemukan bahwa 42% wanita yang mendapatkan terapi akupuntur sebelum dan sesudah IVF misalnya menjadi hamil bila dibandingkan dengan 26% yang tidak mendapatkan terapi akupuntur.

Setahun kemudian Dr. Raymond Chang dan rekanya dari Cornell University's Medical School di New York mempublikasikan laporan pada jurnal yang sama yang menyatakan bahwa akupuntur akan membuat para wanita lebih rileks dan sirkulasi produktifitas horman menjadi lancar yang akan membuat aliran ke uterus dimana sang jabang bayi berada bisa lebih terjaga.

Menurut Dr Dr. Paul C. Magarelli yang merupakan spesialis kesuburan dari Colorado Springs, Colorado, karena dua penelitian itu dipublikasikan melalui sebuah jurnal yang prestisius maka kemudian banyak dokter yang lalu mencobanya.

Seorang akupuntur dari Stanford University for Integrative Medicine di Palo Alto, Deming Huang mengatakan bahwa banyak pasien wanita yang kemudian mulai menanyakan soal manfaat akupuntur ini kepada para dokter.

Temukan semuanya tentang Bisnis & Pasang Iklan: Iklan & Jasa - Iklan Baris & Iklan Gratis – Indonesia

Rabu, 30 September 2009

Khasiat Sate Landak Untuk Kesehatan

Sate landak ? Ya. Itulah salah satu menu khas di Karanganyar, yang menjadi tujuan wisata kuliner andalan. Tepatnya bisa dijumpai di lokasi wisata Tawangmangu. Selain sate kelinci yang sudah populer lebih dulu dan menjadi salah satu makanan favorit di tlatah Lawu itu, kini ada menu sate lain yang cukup menggoda, yaitu sate landak. Binatang berduri tajam dan panjang itu ternyata memiliki daging yang empuk, tidak kalah dibandingkan daging kelinci maupun daging kambing atau ayam. Enak dan gurih.

Malah, sebagian orang meyakini daging binatang hutan (Barang Langka) itu memiliki khasiat untuk penyembuh sakit asma dan hati. Bahkan konon ekornya bisa untuk menambah vitalitas pria alias sebagai obat kuat. Kebanyakan landak di jadikan obat oleh masyarakat cina atau disebut Bezoar Stone yang di padukan juga dengan teknik dan Kursus Akupuntur.

Karena itu selama Lebaran ini, sate landak menjadi salah satu menu yang diburu oleh para pemudik, khususnya yang datang dari Jakarta dan kota besar lainnya. Mereka membawa keluarga untuk menikmati suasana hawa sejuk objek wisata tersebut, sekaligus menikmati lezatnya sate landak.

Adalah Sukatno, pemilik rumah makan di Nglebak, Tawangmangu, yang menjadi pemula dalam pengembangan sate landak. Jika hari-hari biasa dia hanya menyembelih paling banyak 3-5 ekor, saat Lebaran ini bisa rata-rata 8 ekor landak.

”Jika dibakar matang, disajikan dengan bumbu kacang seperti sate ayam, wah, sedap. Gurih, dan empuk,” kata Lisna dan Nurul, pemudik dari Kranji, Bekasi.

Dia mengetahui keberadaan sate landak ini setelah melihat tayangan televisi, juga membaca surat kabar yang memuat kekhasan kuliner di Tawangmangu ini.

Pernah Diteliti
Sukatno mengatakan, awalnya dia hanya mencoba-coba. Selama ini tidak banyak yang mau menyantap daging landak, kendati ada satu atau dua orang warga Tawangmangu yang sudah biasa menyembelih binatang tersebut.

Banyak landak yang hidup di kebun di lereng bukit. ”Dua tahun lalu kami mencoba membuka sate landak dan dipasarkan secara umum. Ternyata dengan olahan khusus, sate ini tidak kalah lezat dengan sate kelinci dan ayam.”

Dari mulut ke mulut, keberadaan restoran khusus sate landak di dekat Polsek Tawangmangu, ke arah jurusan Matesih, mulai dikenal masyarakat. LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UNS di bawah bimbingan Prof DR Handayani pun turun tangan memberikan bantuan.

”Ada daging yang diteliti kandungannya. Ternyata kolesterolnya nol alias bebas kolesterol. Juga ada kandungan penguat stamina dan obat asma. Nah, lengkaplah sudah kelezatan sate landak ini, sehingga semakin terkenal. Apalagi Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Republik Aeng-aeng juga memberi penghargaan.”(Joko Dwi Hastanto-63)

suaramerdeka.com