Tampilkan postingan dengan label bahan makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahan makanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Tips Makanan & Cara Menyimpan Makanan


Agar bahan Makanan yang disimpan tetap aman dari bakteri dan tidak cepat membusuk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kewaspadaan ini harus sudah dimulai sejak saat melakukan pemilihan bahan, pembelian sampai bahan masuk ke dalam lemari pendingin dan diambil lagi untuk dimasak atau disajikan.

Berikut hal - hal yang perlu diperhatikan pada saat penyimpanan makanan :

  1. Pilih buah dan sayur yang bermutu baik. Untuk menghindari pembusukkan, sebelum disimpan dalam lemari pendingin bersihkan terlebih dahulu sayur dan buah, lalu cuci hingga benar - benar bersih.
  2. Bila tidak segera dimasak dalam 1 - 2 hari, simpanlah bahan makanan yang mudah rusak di dalam bagian pembekuan (freezer).
  3. Cuci bersih dan potong - potong ayam atau daging seperlunya sebelum dibekukan agar menghemat ruang penyimpanan. Simpan bahan yang dibekukan dalam wadah untuk sekali masak.
  4. Simpan daging sapi atau unggas dalam lemari pendingin sebelum dimasukkan ke dalam lemari pembeku. Ini bertujuan agar udara dingin menyebar rata sampai ke dalam daging, hal ini untuk menghindari pembusukkan di bagian tengah daging.
  5. Bubuhkan nama bahan dan tanggal pembekuan pada kemasan bahan Makanan yang dibekukan. Ini berguna untuk mengecek kadaluarsanya.
  6. Cairkan bahan makanan beku di dalam bagian pendingin di lemari es beberapa jam sebelum dimasak. Jangan membekukan kembali bahan makanan yang sudah dicairkan kecuali sesudah dimasak.
  7. Sedapat mungkin pisahkan pembekuan bahan makanan mentah dengan makanan matang.
  8. Jangan mengisi lemari pendingin terlalu penuh karena akan menyebabkan beban terlalu berat sehingga suhu yang diinginkan tidak segera tercapai.
  9. Jaga suhu pendingin sekitar 4 derajat celsius dan suhu pembekuan sekitar 18 derajat celsius.
  10. Wadah untuk pembekuan dapat berupa kantung atau kotak plastik, kertas selofan, wadah logam. Wadah harus kedap udara agar tidak terjadi oksidasi bahan selama penyimpanan.

lautanindonesia.com

Temukan semuanya tentang Restaurant dan Toko Bunga

Jumat, 11 September 2009

Tips Memakan Sajian Instan

Bagaimana bila anak sudah terlanjur suka produk industri makanan instan? Jangan langsung semena-mena melarang anak mengonsumsinya. Sebaiknya, cukup jadualkan saja kapan anak bisa mengonsumsi makanan tadi, misalnya seminggu sekali, 2-3 minggu sekali, atau sebulan sekali. Kemudian, lakukan trik agar sajian makanan instan juga tak merugikan kesehatan anak. Berikut kiatnya.

* Kurangi minyak dan bumbu.

Sebelum melakukan pesan makanan delivery order pikirlah matang-matang, karena kita biasanya ingin segala praktis akhirnya kurang memperhatikan hal ini. Begitu juga dengan makanan instans di rumah. Makanan instan memiliki rasa yang akan disukai anak-anak. Mi, misalnya. Tekstur mi yang tak terlalu lembek dan berbentuk keriting tampak lebih menarik ketimbang nasi tim yang basah. Berkreasilah dengan mencoba membuat bumbu sendiri. Siapa tahu si kecil malah doyan bumbu mi instan buatan Anda.

* Sertakan sayuran.

Agar tetap mengenal sayuran, setiap kali ke tempat kuliner atau di rumah makan makanan instan usahakan disertai sayuran. Pilih sayuran yang tak terasa pahit atau berbau, agar tak menimbulkan efek jera pada anak.

* Masak segera.

Mengolah masakan instan sebaiknya dilakukan sesuai petunjuk penggunaan, karena produsen sudah memperkirakan tekstur yang akan didapat dengan cara itu.

  • Tegakkan aturan.
  • Meski anak mengonsumsi makanan instan, bukan berarti ia lepas dari pendidikan makan sehat. Tetap tegakkan aturan untuk makan dulu menu sayurannya sebelum makanan instannya. Serat yang lebih dulu masuk akan memperlancar pencernaan sehingga terhindar dari konstipasi.

http://perempuan.kompas.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang